Dukung IKN, Kesbangpol Minta Semua Pihak Rukun

BusamID
Dukung IKN, Kesbangpol Minta Semua Pihak Rukun. Foto: Muffar

Samarinda, Busam.ID – Demi mendukung rencana pemindahan ibukota negara (IKN) dari Jakarta ke Sepaku Kaltim, masyarakat Kalimantan Timur diimbau menjaga kondusifitas lingkungan dengan hidup rukun dan berdampingan.

Seruan tersebut disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Sufian Agus, dalam Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial.

Rapat yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kaltim bertema “Peran Organisasi Masyarakat Mendukung Kondusifitas Daerah di Kalimantan Timur Dalam Rangka Pemindahan Ibu Kota Negara” itu, bertempat di Ballroom Hotel Mercure Samarinda.

Dalam rapat Selasa (23/11) yang melibatkan berbagai unsur, Sufian menyebut jika masyarakat Kaltim harus mendukung pemindahan ibukota negara itu. Karena pemindahan ibukota negara di Kaltim akan membawa manfaat segi infrastruktur dan aksebilitas.

“Oleh karenanya, peran strategis masyarakat sangat dibutuhkan demi menunjang kelancaran proses pemindahan IKN ke Sepaku ini,” papar Sufian.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Samarinda Selasa (23/11) itu melibatkan berbagai unsur. Baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kaltim, Forum Masyarakat Kaltim, Organisasi Masyarakat Kaltim dan Tokoh Agama.

“Kita perlu ingat bahwa pemindahan IKN ini harus didukung dengan maksimal. Baik dari pemerintah daerah maupun semua elemen masyarakat,” terangnya.

Selain itu, dirinya berharap kepada seluruh ormas yang telah terdaftar di Kesbangpol Kaltim agar mampu bersinergis mewujudkan kondusifitas dan ketentraman di masyarakat. Karenanya peran ormas saat ini sangat diperlukan guna mendukung realisasi pemindahan IKN.

Sufian lantas menyinggung soal konflik lahan yang sering terjadi di lapangan, baik konflik lahan yang melibatkan antar masyarakat, ormas maupun perusahaan yang ada di Kaltim. Menurutnya, persoalan itu seharusnya bisa diminimalisir serta diupayakan agar tidak terjadi lagi.

“Yang paling sering itu kan konflik lahan. Baik itu antar masyarakat, kemudian masyarakat dengan ormas dan perusahaan. Konflik-konflik seperti ini yang seharusnya kita hindari,” pungkas Sufian. (kan/tw/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *