Balikpapan, Busam.ID – Sedikitnya 20 warga di Jalan Sepakat III RT 10, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat yang lahan dipergunakan untuk pembangunan SMPN 25 mengaku belum menerima ganti rugi. Padahal proyek senilai Rp 42 miliar tersebut telah dimulai pembangunan sejak awal tahun 2022 ini.
Salah seorang warga yang lahannya digunakan untuk pembangunan SMPN 25, Baso mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih belum ada kejelasan terkait ganti rugi lahan yang dimilikinya.
“Pertemuan antara warga dan pemerintah tidak ada, tiba-tiba saja dibangun,” kata Baso, Selasa (23/8/2022).
Ia mengungkapkan, masyarakat yang memiliki lahan di kawasan yang perencanaanya untuk pembangunan sekolah SMPN 25 itu tidak pernah dilibatkan dan berkomunikasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sebagai pembangunnya.
Dirinya mengaku, membeli lahan di kawasan tersebut sejak tahun 2007 seharga Rp 15 juta untuk ukuran seluas 200 meter persegi. Ia membeli dari pemilik sebelumnya yakni Istaniah, yang dilengkapi dengan kwitansi serta surat perjanjian jual beli. Tanah tersebut dibeli dengan surat segel yang dibuat tahun 1984.
“Ada segel, ada surat pelepasan haknya. Ketika dibangun tidak ada koordinasi, bahwa ini mau dibangun, saya coba tanya d kelurahan, tanya LPM. Saya dilempar-lempar ke sana ke mari. Dari LPM disuruh ke Arbain Side sebagai pengelola,” ungkapnya.
Baso telah berusaha menanyakan masalah ini juga ke sejumlah pihak diantaranya Kelurahan dan LPM Baru Tengah namun belum ada yang bisa memberikan jawaban.
“Setelah mereka berkumpul, dibilang nanti dibuatkan lagi tim untuk bersurat ke BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Red), sampai sekarang tidak ada kejelasan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya bisa menunggu kabar, mau bagaimana lagi. Belum ada pembicaraan lagi,” ujarnya.
Ronny Syarifuddin, Kepala seksi sarana, prasarana dan perpustakaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPATK) enggan berkomentarnya ketika ditanyakan hal tersebut, dia hanya menjawab bahwa telah diserahkan penyelesaiannya kepada tim pengelola.
“Kalau masalah itu tanya pak Arbain Sidde karena dia pengelolanya,” tandasnya singkat. (man)
Editor: Redaksi BusamID








