Samarinda, Busam.ID- Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, menegaskan pentingnya transformasi arah pembangunan Kaltim dari yang selama ini berbasis darat menuju ekonomi kemaritiman yang berkelanjutan dan mandiri.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)yang digelar di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2025).
“Kaltim tidak bisa terus bergantung pada dana transfer pusat. Kita harus membangun kekuatan ekonomi mandiri berbasis potensi kelautan dan pelabuhan,” tegasnya.
Meski Kaltim dikenal sebagai provinsi kaya sumber daya alam, Rudy Mas’ud menyadari bahwa kontribusi sektor seperti kehutanan, perkebunan, dan pertambangan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sangat minim, sementara dampak sosial dan lingkungannya justru ditanggung oleh masyarakat daerah.
“Ponton batu bara lewat tiap hari di Mahakam, tapi PAD-nya tak signifikan. Masyarakat cuma jadi penonton, yang menanggung justru kita,” ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa izin konsesi sektor darat sangat panjang, bahkan bisa sampai 100 tahun untuk kehutanan, dan hingga 90 tahun untuk perkebunan. Sayangnya, tak sebanding dengan manfaat langsung yang diterima daerah.
Karena itu, Harum -sapaan akrabnya-
mendorong penyusunan tahapan strategis peralihan pembangunan dari darat ke laut. Menurutnya, sektor maritim menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal, mulai dari pelabuhan, logistik, perikanan, hingga pariwisata bahari.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal kedaulatan dan masa depan. Sudah saatnya Kaltim membangun dari laut,” tandasnya.
Gagasan ini selaras dengan visi Kaltim yang ingin keluar dari jebakan ketergantungan sumber daya alam dan bersiap menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi berbasis maritim nasional.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


