Samarinda, Busam.ID – Setiap tahunnya Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan produksi padi. Salah satunya terobosan Rapak Kukar yang tidak hanya mengumpulkan data produksi, tetapi juga melibatkan pelatihan petani, penyediaan bibit unggul, dan pendampingan teknis.
Data yang dihasilkan dari Rapak Kukar itu nantinya menjadi dasar perencanaan yang lebih akurat, mulai dari kebutuhan pupuk hingga pengembangan infrastruktur pertanian. Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik mengaretkan tahun ini produksi pertanian bisa mencapai 4,3 ton per hektare.
Dalam menentukan target tersebut, dinilai cukup menantang di tengah permasalahan utama para petani dalam menghadapi perubahan iklim serta keterbatasan lahan persawahan di Kukar. Hal ini pun telah menjadi pembahasan khusus di dalam internal Distanak Kukar, untuk mempertahan produktivitas pertanian di berbagai kawasan.
”Tentu akan kami upayakan dengan tantangan yang ada, salah satunya dengan Rapak Kukar. Dengan data yang valid, kami bisa menentukan kebutuhan petani secara tepat,” ujar Taufik.
Dirinya menegaskan, setiap tahunnya bantuan terhadap petani selalu rutin diberikan baik dalam bentuk perbaikan saluran irigasi, alat pertanian hingga pembekalan bagi para penyuluh pertanian. Harapannya dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal ini pun mendapat sambutan baik dari salah seorang petani, Ahmad yang juga sempat mengikuti pelatihan dari Distanak Kukar. Dirinya mengakui permasalahan perubahan iklim memang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi petani.
“Namun dukungan pemerintah dan program-program seperti Rapak Kukar, saya yakin target produksi bisa tercapai,” tutup Ahmad. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


