Hendak Merintis Rumput, Pria dengan Riwayat Hipertensi Ditemukan Meninggal Dunia

Busam ID
Relawan Inafis Polresta Samarinda Bersama PMI Kota Samarinda mengevakuasi jasad korban ke ambulan untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syahrani Minggu (16/4/2023). Ft. PMI Kota Samarinda

Samarinda, Busam.ID – Unit Inafis Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Samarinda Kota dan relawan kembali dikerahkan untuk mengevakuasi jasad seorang pria paruh baya yang meninggal dunia ketika hendak merintis rumput di lahan miliknya pada Minggu (16/4/2023) siang.

Diduga korban yang memiliki riwayat hipertensi, mengalami serangan jantung ketika hendak bekerja.

Unit Inafis mengevakuasi jasad Widi, seorang pria paruh baya yang ditemukan meninggal dunia di dalam hutan jalur ke pelabuhan milik salah satu perusahaan tambang batu bara kawasan Pelita 8 Kecamatan Sambutan.

Menurut keterangan satu rekan korban bernama Winardi (45), saat itu ia bersama dengan 8 orang lainnya datang ke lokasi untuk merintis tanah milik mereka.

“Kami pada saat itu berangkat bersama untuk melihat patok tanah sekalian mau merintis, namun korban belum datang,” terang Winardi kepada Busam.ID.

Hingga ditunggu beberapa jam tak kunjung datang, akhirnya kesembilan orang tersebut memutuskan untuk kembali dan mencari korban.

“Sempat berkali-kali kami telepon namun tidak diangkat hingga akhirnya kami memutuskan untuk Kembali,” tambahnya.

Ketika kembali melalui jalur yang dilintasi sebelumnya, Winardi bersama rekannya kaget melihat korban sudah tidak bergerak dalam posisi tiarap di tanah.

“Saya kaget melihat korban sudah tidak bergerak lagi dan posisinya tiarap di tanah,” ucapnya.

Melihat kondisi korban demikian, Winardi dan teman-temannya segera melaporkan kejadian itu ke polisi dan pihak keluarga korban.

Dari pantauan Busam.ID di lapangan, saat kejadian korban menggunakan baju kaos warna putih dan celana training warna hitam, juga ditemukan uang sejumlah Rp 1 juta rupiah berikut handphone dan kunci motornya.

Unit Inafis kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syahrani guna dilakukan visum.

Sesampainya di ruang mortuary RSUD AW Syahrani, pihak keluarga ternyata sudah menunggu kedatangan jenazah.

Dari keterangan keluarga korban, Widi semasa hidupnya memiliki riwayat hipertensi.

“Ya memang ada mempunyai tekanan,” terang keluarga korban yang tidak mau disebutkan namanya.(Zul)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *