Balikpapan, Busam.ID – Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Kalimantan Timur menjadi anugerah bagi pemuda daerah. Hal itu disampaikan Ketua HIPMI Perguruan Tinggi (PT) Balikpapan, Agung Syahrir dalam diskusi yang digelar Forum Muda Inspiratif Balikpapan (FMIB) di Conference Room Universitas Balikpapan, Jumat (7/4/2023).
Agung Syahrir menyampaikan, IKN menghadirkan banyak peluang yang harus dimaksimalkan.
“Dengan adanya IKN banyak sekali peluang yang bisa kita dapatkan. Dari peluang bekerja sampai dengan peluang usaha,” katanya dalam dalam kegiatan diskusi.
Agar peluang tersebut dapat diraih, maka lanjutnya, sebagai pemuda harus meningkatkan skill yang dimiliki dengan cara mengikuti pelatihan yang diadakan otorita maupun pemerintahan. Karena bisa dipastikan kompetitor dari luar pasti banyak dan memiliki soft dan hard skill yang sangat bagus.
“Dalam pembangunan IKN ini kita juga harus fokus dalam pengembangan SDM yang ada di Kalimantan Timur khususnya kepada pemudanya,” ucapnya.
Dikatakannya, dalam peningkatan ini memerlukan kerjasama antar semua pihak. Sebab peningkatan SDM tidak bisa berjalan sendiri.
Sementara Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Isradi Zainal menyampaikan, kepindahan IKN Nusantara ke Kaltim terjadi karena keharusan sejarah.
“Kita lihat pada zaman Bung Karno, Pak Harto dan Pak SBY sudah mencanangkan akan memindahkan IKN. Jadi pemindahan Ibu Kota sudah lama dicanangkan namun baru sekarang dapat direalisasikan. Sehingga program pemindahan IKN ke Kaltim menjadi tantangan bagi kita masyarakat Kaltim untuk mensukseskannya,” tuturnya
Ia berpendapat pemindahan IKN adalah keputusan yang jenius. Sehingga pihaknya juga harus bisa meningkatkan daya saing dengan PT di luar yang sudah besar secara nama dan kualitas.
“Perguruan tinggi di Kaltim harus berbenah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga dapat dirasakan kontribusi lulusan perguruan tinggi di Kaltim dalam pembangunan IKN,” pungkasnya.
Peran masyarakat lokal diperlukan agar pembangunan IKN dapat berjalan dengan lancar. Dan tidak terjadi kesenjangan antara masyarakat lokal dengan masyarakat dari luar Kaltim. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








