Samarinda, Busam.ID – Tantangan dalam mengedukasi petani mengenai pertanian organik menjadi fokus perhatian dalam Pelatihan Pertanian Olah Bahan Ramah Lingkungan yang digagas oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan ini berlangsung selama sepekan di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM) Kaltim, Samarinda.
Dalam pelatihan, salah satu peserta Diah Eka Pratiwi dari Kecamatan Samboja Barat, mengungkapkan kendala yang sering dihadapinya dalam memberikan penyuluhan kepada petani yaitu perbedaan persepsi.
“Tidak semua petani memiliki pandangan yang sama tentang pertanian organik. Banyak yang masih ragu karena prosesnya dianggap lebih lama dan hasilnya tidak instan,”ujarnya
Diah menjelaskan bahwa petani cenderung kurang sabar dan ingin melihat hasil yang cepat sehingga lebih cenderung menggunakan bahan-bahan kimia dalam produksi pertanian. Padahal, pertanian organik membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
“Untuk mengatasi hal ini, kami sebagai penyuluh harus terus melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada petani tentang pentingnya pertanian organik bagi kesehatan manusia dan lingkungan,” terangnya.
Menurut Diah, penyuluh harus mampu menunjukkan kepada petani bahwa pertanian organik tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
“Kami harus terus memberikan contoh-contoh keberhasilan petani organik lainnya agar petani semakin termotivasi untuk beralih menggunakan bahan-bahan organik,” pungkasnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


