Kaltim Peringkat Kelima Indeks Rawan Politik

Busam ID
Indeks Kerawanan Politik Tingkat Provinsi Kaltim. SS By Dok. Bawaslu Kaltim

Samarinda, Busam.ID -Menjelang Pemilu (Pemilihan Umum) yang dilakukan serentak pada tahun 2024 nanti, Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kalimantan Timur telah mengeluarkan hasil survey Indeks Kerawanan Politik (IKP).

Diketahui IKP bertujuan untuk memetakan potensi kerawanan Pemilu di 34 provinsi dan 514 Kab/Kota se Indonesia. Selain itu IKP juga sebagai langkah untuk memproyeksikan serta mendeteksi secara dini potensi pelanggaran Pemilu di Indonesia.

Peringkat Tingkat IKP. SS By Dok. Bawaslu Kaltim

Dari presentasi Bawaslu Kaltim belum lama ini, terdapat 4 dimensi yang menjadi penilaiaian IKP yakni Konteks Sosial Politik, Penyelenggaraan Pemilu, Kontestasi dan juga Partisipasi.

Dari masing-masing dimensi tersebut akan terpecah menjadi 61 indikator penilaian.

10 Provinsi paling Rawan Tinggi Per Dimensi IKP. SS By Dok. Bawaslu Kaltim

Hasil penilaian keseluruhan indikator, Kaltim menduduki peringkat kelima dengan rating 77,04. Angka tersebut menempatkan Kaltim pada posisi di bawah DKI Jakarta (88,95), Sulawesi Utara (87,48), Maluku Utara (84,86) dan Jawa Barat (77,04).

Jika dipecah untuk tingkat Kab/Kota di Kaltim, Kutai Kartanegara dan juga Kutai Barat menjadi 2 Kabupaten dengan potensi Rawan Tinggi.

Sedangkan Kota Bontang, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Timur, Berau, Paser dan Paser Utara dinilai dengan potensi Rawan Sedang.

Tingkat IKP Kab/Kota. SS By Dok. Bawaslu Kaltim

Hal tersebut menjadi pekerjaan utama Pemerintah Provinsi Kaltim dalam bidang politik, agar tingkat kondusifitas jelang kontestasi Pemilu 2024 di Kaltim, dapat berjalan dengan aman.

Oleh karena itu nantinya akan diterapkan 4 langkah strategis yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim yaitu menjaga netralitas penyelenggara pemilu, menjaga adanya polarisasi di masyarakat Kaltim, melakukan mitigasi dampak penggunaan media sosial dan juga melakukan pemenuhan hak memilih dan dipilih khususnya perempuan dan juga kelompok rentan.

Selain itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kaltim, Firdaus Iwan mengatakan bahwa pihaknya akan memprioritaskan pendidikan politik, terutama di dua kabupaten yang termasuk ke dalam indeks rawan tinggi.

“Prioritas nantinya akan dilaksanakan beberapa agenda pendidikan politik yang intens, sehingga beberapa hal yang dapat mengganggu jalannya Pemilu nanti dapat terkendali dan juga target 77,5 persen pemilih di Kaltim pada tahun 2024 nanti, bisa tercapai,” tutup Firdaus. (RYAN)

Editor : Risa Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *