Ternyata Warga Samarinda Baru Tiba di Balikpapan
Samarinda, Busam.ID – Seorang bocah yang dilaporkan selamat dari peristiwa tabrakan maut tronton merah bernopol KT 8534 AJ, bernama Azka (4) nyaris tak mengalami luka apa pun, kecuali trauma akibat ikut terbanting bersamaan lompatan mobil yang dikendarai bersama orangtuanya. Agaknya, ibu Azka melindungi anaknya sehingga aman dari guncangan, sementara dia dan suaminya harus bertaruh nyawa karena menghadapi guncangan dan bantingan kendaraan akibat serudukan tronton yang dikemudikan MA (48).
Kendaraan yang ditumpangi Azka dan orangtuanya yakni Daihatsu Ayla T 1887 MT, terbanting sejauh kurang lebih 50 meter dari posisi awalnya, akibat serudukan tronton pembawa kontainer bermuatan kapur 20 ton itu. Tak ayal, ibu dan ayah Azka yang duduk di kabin depan, mengalami jepitan akibat mobil ringsek nyaris berbentuk kotak.
“Orangtua Azka semua sadar, cuma kondisinya harus menjalani beberapa operasi,” jelas Afifah, sepupu Azka yang tengah sekolah di Balikpapan.
Menurut Afifah, Azka anak dari tantenya Marwiah yang selain IRT juga nyambi dagang di pasar malam di Samarinda. Sementara ayah Azka adalah M Yamin, seorang karyawan di Plaza Mulia Samarinda. Azka dan keluarganya merupakan warga Perum Kalimanis di Sei Kapih Sambutan Blok B Samarinda.
“Saya kurang tau apa keperluan tante dan om ke sini (Balikpapan-red), tapi mereka baru berangkat subuh tadi dari Samarinda. Saya kebetulan sekolah di sini di Jogja Flight di Jl MT Haryono. Mendengar kecelakaan dan informasi keluarga di Samarinda, saya segera ke lokasi mencari mereka,” terang Afifah.
Karena kondisinya, Azka hanya dilarikan ke Klinik Ibnu Sina. Sementara ibunya Marwiah dilarikan ke RSUD Beriman (Daerah) Balikpapan di Jl Mayjend Sutoyo Gn Malang dan ayahnya M Yamin yang lebih gawat kondisinya dilarikan ke RSUD Kanujoso di Jl MT Haryono Batu Ampar.
“Melalui Busam.ID, kami menyampaikan klarifikasi terkait berita yang menyebutkan orangtua Azka yakni ibunya meninggal dunia. Kedua orangtua Azka selamat dan saat ini sudah sadar, hanya perlu menjalani proses penyembuhan melalui operasi,” jelas Afifah.
Azka dalam penjagaan sepupunya, nampak tenang. Namun sering menanyakan keberadaan orangtuanya. Afifah sendiri di Klinik Ibnu Sina ditemani sejumlah relawan. (an)








