Samarinda, Busam.ID -Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Kota Samarinda mengadakan kegiatan sosialisasi pendidikan politik dengan tema “Meningkatkan Partisipasi Kaum Perempuan Terhadap Pelaksanaan Pemilu 2024” di Aula Kantor Kecamatan Palaran, Kota Samarinda pada Senin (6/11/23).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ridwan Tasa, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Samarinda, diikuti oleh sekitar 100 peserta, termasuk anggota dari Jajaran Badan Kesbangpol Kota Samarinda, TWAP Kota Samarinda serta para perempuan dari Kecamatan Palaran.
Dalam acara ini, beberapa narasumber berpengalaman dibawa untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya partisipasi kaum perempuan dalam proses pemilu.
Ridwan memberikan sambutan pembukaan. Ia mengingatkan bahwa partisipasi aktif kaum perempuan dalam pemilu sangat penting, mengingat tingkat golongan pada pemilu sebelumnya mencapai 28%.
“Kami menekankan bahwa partisipasi kaum perempuan memiliki dampak besar dan menentukan pada pemilihan mendatang, baik pada pemilu maupun pemilihan kepala daerah,” katanya.

Kepala Badan Kesbangpol, Sucipto Wasis menjelaskan peran Badan Kesbangpol dalam menjaga kondusifitas, sosialisasi pendidikan politik dan keamanan Kota Samarinda.
“Kami ingin memotivasi kaum perempuan untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan pentingnya pemilu kepada keluarga dan lingkungannya,” ungkapnya.
Dr. Ir. Elvyani sebagai pengamat politik juga turut memberikan materi tentang strategi politik, pentingnya berkiprah sebagai perempuan dalam politik, serta bagaimana pemilu berpengaruh pada kebijakan politik yang dibentuk.
“Perlu diketahui bahwa peran perempuan dalam pemilu, agar bisa memastikan kesetaraan gender dan kebijakan yang mendukung perempuan dan anak-anak,” jelasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Samarinda, Najib, menjelaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam pemilu.
“Dalam 99 hari mendatang, pemilu pada 14 Februari 2024 akan diadakan. Perlu kami sampaikam bahwa regulasi yang mendukung keterwakilan perempuan dalam politik telah diatur dalam undang-undang dan harus diikuti,” pungkasnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada kaum perempuan tentang peran mereka dalam pemilu dan bagaimana mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi.
Pihak penyelenggara mengharapkan kegiatan ini dapat mendorong partisipasi yang lebih besar dari kaum perempuan dalam Pemilu 2024, sehingga pemilihan yang berkualitas dan inklusif dapat tercapai. (ADV/RYAN/PEMKOTSAMARINDA)
Editor : A Risa


