Samarinda, Busam.ID – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) kembali menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kelembagaan bagi para pengurus koperasi di wilayah ini.
Dalam acara bertajuk ‘Digitalisasi Usaha Koperasi’, sebanyak 30 peserta dari tiga kabupaten, yaitu Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim) dan Penajam Paser Utara (PPU), mengikuti pelatihan selama tiga hari, mulai tanggal 4 hingga 6 Juli 2023.
Kepala UPTD Pelatihan Koperasi dan UKM, Zainuddin Panani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya rutin pihaknya untuk memberikan peningkatan keterampilan kepada pengurus koperasi dan pelaku UKM.
Menurutnya, kelompok koperasi dan UKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga penting untuk mengoptimalkan keberadaan mereka.
“Saat ini, jumlah koperasi di Kaltim sekitar 5 ribu, namun hanya sekitar 3 ribu yang aktif. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pengurus koperasi dapat meningkatkan kompetensinya dalam memperkuat kapasitas usaha koperasi serta memperkuat kelembagaan mereka,” ucapnya.
Zainuddin juga menjelaskan bahwa mayoritas koperasi di Kaltim bergerak dalam bidang usaha simpan-pinjam.
Namun, ke depannya, koperasi di Bumi Etam diarahkan untuk bergerak ke sektor usaha lainnya, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, kerajinan dan sektor riil lainnya yang berfokus pada pemberdayaan usaha masyarakat.
“Dalam pelatihan ini, kami juga mendorong koperasi untuk memproduksi produk yang dapat dijual dan diserap masyarakat luas,” tambahnya.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha dan Kelembagaan Koperasi ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.
UPTD Koperasi menerima DAK sebesar Rp 1,2 miliar dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk tahun anggaran 2023.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas usaha dan kelembagaan koperasi, UPTD Koperasi dan UKM menargetkan agar tahun ini sebanyak 600 koperasi dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim dapat mengikuti pelatihan ini.
“Dengan demikian, diharapkan koperasi-koperasi tersebut dapat berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
(ADV/KR/RY/DISKOMINFOKALTIM)
Editor : A Risa








