Korban Keracunan Massal di Sebulu Tuntut Pemilik Catering

Busam ID
Camat Sebulu Edi Fahruddin didampingi staf Puskesmas 1 Sebulu saat mengunjungi korban keracunan massal. (foto by ria)

Samarinda, Busam.ID – Dunia maya (media social) ramai mengungkap para warga yang keracunan di Kecamatan Sebulu Kutai Kartanegara (Kukar) menuntut pertanggungjawaban Panitia Acara dan termasuk cathering. Pasalnya, dalam perkembangan kasusnya melalui hasil uji laboratorium yang di umumkan Dinas Kesehatan Kukar, ditemukan Bakteri Salmonella Sp yang terkandung pada telur rebus bumbu merah yang disajikan.

Berdasarkan hasil laboratorium dari sampel makanan yang dikeluarkan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda 2 Oktober 2024 lalu, Etiologi agen penyebab keracunan adalah Salmonellosis tersebut.

Tuntutan disuarakan langsung dalam dialog yang dihadiri Camat Sebulu Edy Fahruddin dan Kepala Desa Sebulu Ulu Zulhaidir, banyak masyarakat yang juga mendokumentasikan hal tersebut melalui video dan live di media sosial yang mengundang komentar masyarakat yang tidak hadir secara langsung pada acara tersebut. Banyak masyarakat yang menyayangkan sikap pelaku catering yang dianggap bertanggungjawab atas kejadian tersebut,
“Pemasaknya nade hadir kah padahal pas tu untuk menjelaskn gek apa cara masaknya dll (Pemilik catering apa tidak hadir, justru ini merupakan waktu yang tepat menjelaskan bagaimana cara mengolah masakan dan lain-lain),” tulis akun Tika Finelda di salah satu postingan,Selasa,(08/10/2024)

Hal sama juga ditulis pemilik akun @Rismaa yang menyampaikan, pemilik catering seharusnya hadir dengan menyampaikan permintaan maaf serta menjelaskan kepada masyarakat sebagai wujud keseriusan (Cobe tukang masak segelanya panggil bier introgasi gelanya bier jelas atau hadir mintak maaf).

Namun Kepala Desa (Kades) Sebulu Zulhaidir usai mediasi Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspicam) Sebulu dengan pemerintah desa (pemdes) dan para korban terdampak, justru mengatakan warga sudah menerima kejadian kurang mengenakkan tersebut, dengan catatan adanya kompensasi yang diberikan kepada para korban.

Terkait kompensasi, Zulhaidir mengatakan tawaran tersebut diberika setelah dirinya melakukan komunikasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat. “Saran yang diberika selanjutnya, kami diarahkan untuk berkoordonasi dengan pihak kecamatan dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD),” ucap Zulhaidir

Dan jumlah kompensasi yang diminta, masih belum ada kelanjutan berapa nilai yang akan diberikan, dan belum ada pembahasan yang lebih mendalam terkait kompensasi. Dirinya menambahkan, para korban menuntut adanya kompensasi dari pihak penyedia nasi kotak.

Kapolsek Sebulu, AKP Heru Erkahadi mengatakan telah memeriksa empat orang saksi dan telah dilakukan pemeriksaan, di antaranya adalah Ketua Takmir Masjid Raudhatul Jannah, ketua panitia pelaksana kegiatan, dan perwakilan satu orang dari pihak penyedia makanan atau katering untuk para jemaah. Untuk diketahui bahwa ada dua penyedia katering yang memasok makanan saat pelaksanaan acara tersebut. Dirinya menyatakan, bahwa keempat saksi telah menjalani pemeriksaan awal segera setelah kejadian keracunan massal yang menyebabkan ratusan jemaah dilarikan ke Puskesmas Sebulu.

“Mereka sudah kami periksa, dan nantinya akan ada pemeriksaan lanjutan,” pungkas AKP Heru Erkahadi. (*/ria)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *