Labfor dan Inafis Teliti Bangkai Pikep Kebakaran SPBU Bentuas

BusamID
Source: KKC

Samarinda, BusamID– Kebakaran SPBU Bentuas di Jl 27 Januari Bentuas Palaran pada Senin (21/03/22) lalu, kemarin Rabu (06/04/22) dilakukan Olah TKP oleh Labfor Polri cabang Surabaya, didampingi Unit Inafis Polres Samarinda dan aparat Polsek Palaran. Olah TKP dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran SPBU Bentuas yang sempat menimbulkan ledakan seperti bom, hingga membuat panik warga sekitar.

Dari pantauan media di lapangan, tim Labfor Polri meminta keterangan dari pihak operator SPBU Bentuas pada saat kejadian, serta sopir pikep Grand Max KT 8773 OR (Tukiran) , yang mobilnya menjadi pemicu kebakaran pada saat pengisian BBM jenis pertalite ke tangkinya. Berdasar penyelidikan aparat Polsek Palaran sebelumnya, pada saat kejadian sopir pikep menghidupkan mesin sementara pengisian BBM belum selesai. Ketika itulah muncul percikan api di area kabin yang segera menjalar ke sumber BBM pertalite di mobil dan pom, hingga memicu kebakaran juga ledakan besar.

Akibat kebakaran itu, selain mobilnya yang hangus terbakar, Tukiran turut menjadi korban dengan mengalami luka bakar 40 persen. Karena ikut menjadi korban, Tukiran terpaksa dilarikan ke UGD RSUD AW Sjahranie dan menjalani terapi pemulihan selama beberapa hari. Selain mobil Tukiran, dua unit sepedamotor milik karyawan SPBU Bentuas ikut menjadi korban.

Olah TKP yang dilakukan tim Labfor Polri, selain meminta keterangan langsung dari saksi lapangan, juga membongkar serpihan sisa-sisa kebaaran untuk mencari asal mula percikan api. Bahkan tim Labfor Polri juga melakukan uji coba langsung, untuk mencoba dugaan aparat Polsek Palaran, di mana kemungkinan api bersumber dari kabin pikep ketika sopir menghidupkan mesin kendaraan sewaktu pengisian BBM masih berlangsung.

Olah TKP kebakaran SPBU Bentuas yang dilakukan tim Labfor Polri didampingi Unit Inafis Polres Samarinda serta aparat Polsek Palaran, berlangsung kurang lebih dua jam, dari pukul 10.20 hingga pukul 12.00 (WITA). Dari Olah TKP itu, tim Labfor Polri mengambil arang dan kabel dari mobil pikep Tukiran, yang akan diperiksa kelistrikannya guna menyimpulkan penyebab kebakaran. Hasilnya menurut Kaur Fisika Komputer Forensik (Fiskomfor) Labfor Polri, Kompol Handi Purwanto, paling cepat keluar dua pekan ke depan.

Sementara itu secara terpisah, Kapolsek Palaran Kompol Roganda menyebutkan jika pemilik SPBU bermaksud segera membangun kembali pom bensin yang akibat terbakar dua pekan lalu, mengalami kerusakan 50 persen. Mengingat, desakan dari warga sekitar yang kesulitan membeli BBM disebabkan pom bensin terbakar itu satu-satunya SPBU di kawasan Bantuas.

“Kepastian bisa membangun kembali SPBU itu tergantung hasil Labfor. Jika polisi sudah mengizinkan dan police line dilepas, baru mereka bisa membangun kembali,” tegas Roganda. (an/berbagai sumber)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *