Lagi, Jasad Ditemukan di Kamar Penginapan

Busam ID
Relawan Inafis Polresta bersama PMI Kota Samarinda melakukan evakuasi jasad HN yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar salah satu penginapan di Jalan KH Samanhudi, Samarinda Ilir Kamis (15/6/2023). Ft. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID –Kembali lagi peristiwa orang meninggal di kamar penginapan. Seorang pria ditemukan di atas ranjang dalam kamar sebuah penginapan di Jalan KH Samanhudi Kelurahan Pelita Kecamatan Samarinda Ilir Kamis (15/6/2023) sore.

Pria tersebut ditemukan di atas ranjang dalam posisi berada di atas tempat tidur kamar penginapan. Petugas Inafis Polresta Samarinda dikerahkan ke lokasi penemuan mayat berinisial HN (30).

Jasad HN pertama kali ditemukan oleh Rizky Ramadhan (22), yang merupakan satu dari karyawan di penginapan tersebut.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Rizky menerangkan jika korban belum lama menginap di tempat tersebut. Korban datang lalu menginap di hotel sederhana itu sejak Selasa (13/6/2023).

Barang bukti milik korban yang ditemukan di dalam kamar, diamankan petugas Polsek Kota Samarinda. Ft. Zulkarnain

“Saya tidak tahu apakah korban hanya sendiri atau bersama temannya. Karena pada saat korban datang ke penginapan ini, yang jaga adalah shift satunya,” terang Rizky.

Namun ketika Rabu (14/6/2023) dini hari sekira pukul 01.17 Wita, korban melakukan transaksi untuk menginap semalam lagi.

“Saya sudah bilang, besok siang aja (Rabu), namun korban menolak sambil mengatakan ‘takutnya besok saya pergi tidak kembali lagi’,” terang Rizky perihal sikap ganjil korban.

Akhirnya pembayaran korban untuk menginap sehari lagi diterima. Saat itu korban melakukan pembayaran sebesar Rp 250 ribu rupiah untuk sewa kamar satu hari lagi. Namun setelah lewat sehari, Kamis (hari ini) pagi korban tidak terlihat hingga menjelang siang. Karena curiga Rizky pun melakukan pemeriksaan kamar 217 tempat korban menginap.

“Sekira pukul 12.00 Wita, saya ketuk pintunya namun tidak ada respon. Saat saya coba buka dengan kunci duplikat, ternyata pintu tidak terkunci dan langsung terbuka, Ketika saya lihat ke dalam korban tengah baring di atas ranjang. Saya pikir sedang tidur, pintu kemudian saya tutup pelan-pelan supaya tidak mengganggunya,” jelas Rizky.

Namun, hingga pukul 13.00 Wita korban tidak kunjung keluar dari kamar, Rizky kemudian kembali memeriksa kondisinya.

“Satu jam kemudian saya periksa lagi korban masih baring di atas tempat tidur, karena mengira korban sedang tidur saya tutup kembali pintunya,” terangnya.

Sekitar 30 menit kemudian, karena penasaran, Rizky pun kembali ke dalam kamar tersebut dan memberanikan diri untuk masuk lalu membangunkan korban.

“Saat saya masuk, saya lihat tubuhnya sudah membiru. Saya periksa hidungnya ternyata sudah tidak bernafas, saya kemudian memanggil teman saya (Aulya) untuk melihat kondisi korban,” tambahnya.

Setelah mengetahui korban telah meninggal dunia, Rizky kemudian menghubungi wakar dan selanjutnya dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Inafis Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Samarinda Kota beserta Unit Patroli 110 melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil olah TKP dan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, selanjutnya jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syahrani untuk dilakukan visum. (Zul)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *