Masih Diminati di Samarinda, Pembuatan Rumah dari Bahan Kayu Ulin

Busam ID
Rumah kayu ulin. Foto by Courtina

Samarinda, Busam.ID – Permintaan rumah kayu berbahan ulin di Kota Samarinda masih cukup tinggi meski tren bangunan modern berbahan beton terus berkembang. Bahkan, waktu tunggu pembuatan rumah kayu bisa mencapai sekitar 1 tahun.

“Permintaan masih ada karena nilai budayanya. Bahkan daftar tunggu pembuatan rumah bisa sampai sekitar satu tahun,” ucap Pemilik Jasa Bangun Rumah Ulin (JBRU) Grup Samarinda, Haji Muhammad Syaufi, Minggu (8/3/2026).

Syaufi menjelaskan, dalam 1 bulan pihaknya menargetkan pengerjaan sekitar 2 unit rumah tipe kecil dengan ukuran 36 hingga 48 meter persegi. Namun, waktu pengerjaan sangat bergantung ukuran bangunan, kondisi lapangan hingga faktor cuaca.

“Untuk rumah tipe kecil bisa selesai sekitar 17 hari, tetapi untuk bangunan yang lebih besar bisa mencapai sekitar 1 bulan atau lebih, tergantung permintaan konsumen,” katanya.

Ia menambahkan sekitar 90 persen konsumen menyerahkan konsep bangunan secara penuh, sementara sisanya memiliki permintaan desain khusus. Dari sisi biaya, harga pembuatan rumah kayu ulin bervariasi tergantung tipe dan kondisi lahan. Untuk tipe 36 atau ukuran 6×6 meter, biaya diperkirakan mulai sekitar Rp130 juta, belum termasuk kebutuhan tambahan seperti fondasi khusus pada lahan rawa atau kondisi tanah tertentu.

Syaufi menilai rumah kayu masih memiliki peluang pasar di tengah perkembangan arsitektur modern, terutama sebagai bagian dari identitas lokal Kalimantan. “Rumah kayu ini tetap punya tempat tersendiri. Selain kuat, juga menjadi bagian dari ciri khas arsitektur Kalimantan,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *