Samarinda, Busamtv – Meskipun masih dalam tahap uji coba, Taman Samarinda Baru yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, dibanjiri pengunjung. Terlihat masyarakat Samarinda begitu antusias untuk datang ke tempat itu.
Hal itu terpantau di hari Minggu (19/09/2021), taman tersebut dipenuhi masyarakat Samarinda. Tidak hanya menikmat pemandangan sungai mahakam yang disuguhkan namun juga ada masyarkat yang berolahraga di kawasan itu.
Para pihak pengelola parkir sementara taman baru tersebut menjelaskan pengunjung terbanyak biasanya di hari minggu. Dikarenakan hari Minggu merupakan hari libur sehingga sebagian besar masyarakat memanfaatkan dengan berwisata di tempat itu.
“Kalau hari Minggu ini ramai sekali yah. Tidak seperti hari biasa. Mungkin karena hari libur kali yah,”ucap salah seorang juru parkir (Jukir).
Disisi lain, keramaian itu terjadi dikarenakan taman Samarinda Baru memiliki spot-spot yang menarik untuk didatangi dan keberadaannya cukup strategis di depan Sungai Mahakam yang merupakan ikon Kota Samarinda.

“Mungkin karena ada tempat-tempat jogging, sama tempat foto yah apalagi dekat sungai mahakam,” singkat Jukir.
Tidak hanya itu, kemacetan panjang pun terjadi di depan taman itu. Hal ini juga menjadi persoalan pada proses tata kelola parkir serta arus lalu lintas. Sehingga harus ada upaya agar kemacetan tersebut bisa diminimalisir.
“Karena ramai sekali jadi semua pengunjung pada antri untuk masuk, apalagi ini kan di pinggir jalan,” tutup Jukir.
Ada beberapa pengunjung yang sempat memberikan komentar terkait keberadaan taman baru ini. Ada yang mengatakan sangat menikmati tempatnya apalagi sampai saat ini tarif parkir belum ada penetapan.
“Senang yah. Cukup menikmatilah kalau dihari libur. Apalagi parkiran kan kita bayar seikhlasnya jadi masih lumayan,” tutup salah seorang pengunjung.
Tampak dalam video yang beredar di media sosial,petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) beserta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda turut terlibat untuk mengatur lalu lintas di sepanjang jalan Taman Samarinda Baru. (*)(Kaka Nong/Tw)








