PAD Parkir Masih Monoton, DPRD Pesimis: Wali Kota Sudah Berlari Kencang, Tapi OPD Masih Merangkak

BusamID
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Novi Marinda Putri. (Suhardi/Kaltimtoday.co)

Samarinda, Busamtv – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir masih menjadi polemik di Kota Samarinda. Pasalnya, potensi yang begitu besar untuk menaikan PAD dari parkir sendiri tidak maksimal dan terkesan masih seperti biasa-biasa saja.

Hal ini yang kemudian membuat geram Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda yang menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda saat ini masih monoton dan terlihat lamban dalam mengeksekusi peluang tersebut.

Novi Marinda Putri selaku Anggota Komisi II DPRD Samarinda menyebutkan pendapatan daerah dari parkir sangat besar jika Pemkot serius untuk berbenah dan fokus pada proses pengelolaannya.

“Kami itu selalu yah bicara soal ini. Kemarin Pak Wali waktu paripurna beliau tekankan untuk pembenahan parkir, tapi kenapa masih seperti ini saja,” ucapnya geram.

Novi menjelaskan pihaknya sendiri mendukung dan menyetujui jika memang diperlukan OPD terkait melakukan studi banding ke tempat-tempat lain untuk mempelajari sistem pengelolaan parkir untuk bisa diterapkan di Kota Tepian.

“Dari kemarin-kemarin itu kami sudah genjot itu. Tapi mungkin kita harus belajar dari daerah-daerah lain. Kalau dari Dinas terkait mau lakukan studi banding yah tidak apa-apa, yang penting kita lihat PAD kita bisa meningkat,” terangnya.

Ia merasa kecewa dengan kinerja OPD yang mengurusi bidang ini. Pasalnya, dirinya menyebutkan Wali Kota Samarinda begitu semangat dalam melakukan perbaikan tapi tidak didukung secara maksimal oleh para pembantunya.

“Kami dari Komisi II ini udah capek. Ayo-ayo banyak peluang parkir ini. Bisa ini, parkir ini bisa naik. Jadi kan pemerintah kota ini Wali Kotanya berlari, tapi OPD masih berjalan yah percuma,” tegasnya.

Sekretaris Komisi II ini juga menjelaskan jika beberapa kali pihaknya telah menyetujui anggaran untuk mendukung pegelolaanya. Selain itu, ia pun menuturkan bahwa Bankaltimtara juga bersedia untuk berkolaborasi dengan Pemkot tapi sampai saat ini terobosan-terobosan baru yang diharapkan masih belum terlihat.

“Kemarin kita sempat anggarkan untuk penyedian paving block tapi gak tau masalahnya dimana. Nah sekarang Pemkot itu pernah dibantu oleh Bankaltimtara tapi sampai hari ini tidak maksimal. Karena data yang diminta oleh Bank Kaltim belum diserahkan,” pungkasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional itu mengharapkan keseriusan dari Pemkot beserta jajarannya sebagai upaya dalam melakukan kolaborasi serta elabora dengan semua stakeholder agar ada perubahan signifikan yang muncul dari sektor parkir.

“Pemkot harus ekstra bekerjasama dengan semua elemen terkait supaya parkir ini jangan bocor. Pihak mana saja yang terlibat, kita panggil, bicarakan sama-sama supaya PAD kita bisa naik,” tutupnya.(*)(Kaka Nong/Tw)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *