Panorama Desa Wisata Kaki Langit Yogyakarta Yang Mempesona

BusamID
Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi salah satu destinasi wisata para wisatawan. Foto by Adit/Busam.ID

Bantul, Busam.ID – Desa Wisata Kaki Langit yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata pilihan.

Ada banyak tempat di Desa Wisata ini yang bisa di eksplor bagi para pelancong.

Mengapa dikatakan Desa Wisata Kaki Langit? Rupanya Kaki Langit bermakna filosofis.

Kaki berarti alat untuk bergerak dan seberat apapun beban yang ditanggung, kaki harus tetap melangkah. Sementara Langit berarti tempat yang tidak terbatas luas dan jaraknya.

Jika digabungkan, Kaki Langit bermakna desa ini harus mampu menggerakkan masyarakat untuk mencapai tujuan tanpa batas ruang dan waktu, dan bermaksud menciptakan sumber pendapatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan guna mencapai kesejahteraan.

Menariknya di Desa Wisata Kaki Langit ini tersedia akomodasi wisata berupa angkutan khusus bagi area yang sulit dijangkau, namun menarik untuk dikunjungi.

Keindahan alam desa ini terlihat dari lereng-lereng perbukitan, sungai-sungai kecil, hutan rakyat, dan tebing-tebing yang sangat sulit dijangkau dengan angkutan pribadi.

Maka dari itu, desa ini menghadirkan akomodasi transportasi berupa sepeda motor trail dan jeep. Potensi lain yang digarap dari desa ini adalah atraksi pertanian melalui membajak sawah, menanam, mencari kayu bakar, dan memanen.

Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi salah satu destinasi wisata para wisatawan. Foto by Adit/Busam.ID

Desa Wisata Kaki Langit Mangunan juga menawarkan paket edukasi “muleh ndeso.” Layanan ini memungkinkan wisatawan merasakan keseharian warga setempat dan belajar tradisi yang tumbuh di desa ini.

Dan Desa wisata ini diresmikan pada 9 Maret 2014, serta masuk dalam unit kerja Organisasi KKLPMD Pedukuhan Mangunan.

Selain itu kita juga bisa mengunjungi ke rumah pengrajin kayu, yakni Pak Ito yang merupakan pengrajinnya, yang berada di daerah Wisata Mangunan ini.

Dikonfirmasi berapa lama ia sudah menggeluti dunia ini, ia pun menjelaskan kepada tim Busam.ID.

“Kurang lebih saya memulai ini dari tahun 1998, untuk kerajinan kayu sendiri sebenarnya saya lebih ke arah Seni wadah untuk Lilin, namun juga membuat peralatan lain contohnya seperti tempat sabun, gelas kayu, teko kayu, wadah lampu dari kayu dan masih banyak lagi,” ucap Pak Ito.

Dikatakannya, kondisi wisata yang kurang ramai belakangan ini sangat mempengaruhi daya jual kerajinan yang ia buat ini.

“Pandemi kemarin memang sangat berpengaruh, kondisi wisatawan yang datang kesini juga menurun, harapan kedepan semoga wisatawan akan kembali berkunjung kesini dan dapat melihat bahkan membeli kerajinan kami disini serta dapat kembali mengingatkan daya jual untuk masyarakat sendiri,” pungkasnya. (dit)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *