Samarinda, Busam.ID – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara baru saja menggelar Pelatihan Pertanian Olah Bahan Ramah Lingkungan bagi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS), yang berlangsung selama empat hari sejak sejak 4-8 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyuluh pertanian dalam mengimplementasikan praktik pertanian yang ramah lingkungan di wilayahnya.
Kaharuddin, salah satu peserta pelatihan yang berasal dari Kecamatan Marangkayu, menyampaikan antusiasmenya terhadap materi yang diberikan selama pelatihan. Menurutnya, pelatihan ini sangat berharga lantaran memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya merasa lebih siap dan bersemangat untuk berbagi ilmu yang saya peroleh dengan petani-petani di desa saya. Saya yakin, ini akan memberikan dampak positif bagi mereka,” ujar Kaharuddin saat ditemui di lokasi UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) pada Kamis (7/11/2024).
Sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya, Kaharuddin mengakui pelatihan ini sangat mengedukasi petani mengenai pentingnya beralih ke pertanian organik. Sebab tidak hanya memberikan wawasan tentang teknik bercocok tanam yang ramah lingkungan, tetapi juga memperkenalkan penggunaan pupuk organik sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan pupuk kimia.
“Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan para petani cara bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan. Dengan menggunakan pupuk organik, kita tidak hanya menjaga kualitas tanah, tetapi juga meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan,” tambah Kaharuddin.
Lebih lanjut, Kaharuddin mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan keyakinan dan wawasan baru untuk menjadi jembatan antara teknologi pertanian modern dengan kebutuhan petani di lapangan. Ia merasa lebih percaya diri dalam memberikan solusi kepada para petani yang masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia.
“Saya akan menjelaskan kepada mereka berbagai manfaat dari pupuk organik, seperti dapat meningkatkan kualitas tanah, hasil panen yang lebih baik, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ini adalah langkah penting menuju pertanian yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Kaharuddin berharap dengan adanya pelatihan ini, semakin banyak petani yang sadar akan pentingnya beralih ke pertanian organik. Ia juga berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan secara luas, tidak hanya di desa tempat tinggalnya, tetapi juga di daerah lainnya, untuk menciptakan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan alam.
“Semoga ini bisa menjadi awal perubahan positif bagi pertanian di daerah kami,” pungkasnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


