Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menyiapkan tempat tinggal atau hunian non permanen, sebagai antisipasi tingginya angka urban (perpindahan penduduk) pasca Libur Idul Fitri 1443 H. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso di tengah dialog bersama TVRI Kaltim Kamis (14/04/2022) pagi.
Rusmadi menuturkan, saat ini Pemkot telah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus melakukan monitoring terkait jumlah kedatangan warga baru di Kota Tepian. Menurutnya pendataan harus dilakukan mulai dari tingkat RT sebagai pengawas langsung unit kelompok masyarakat terkecil.
“Kita harus sudah mulai aktif dalam melakukan pendataan. Jika tidak diantisipasi, khawatir ke depan akan berpengaruh terhadap pembangunan di Samarinda,” terang Wawali.
Antisipasi angka urban itu juga dipengaruhi rencana proyek IKN di Sepaku yang memancing kedatangan warga dari luar Kaltim.
“Apalagi kita sebagai kota penyanggah IKN, tentu pendatang baru akan banyak masuk ke Samarinda,” pungkasnya Rusmadi Wongso.
Berdasarkan data tahun 2022, jumlah penduduk baru yang datang ke Samarinda sebanyak 4.000 orang.
Sedangkan di tahun 2021 jumlah tersebut mengalami peningkatan hingga 5.042 pendatang baru.
” Dua tahun terakhir ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan,”pungkasnya.
Meski demikian, selama ini Pemkot Samarinda selalu terbuka terhadap para pendatang baru.
Oleh karenanya, orang nomor dua di Kota Tepian ini meminta agar setiap pendatang baru harus bisa melaporkan diri melalui OPD yang ada.
“Harus terus laporan. Kalau tidak lapor pasti ada sanksinya,”tegasnya. (kaka nong/adv)








