Samarinda, Busam.ID – Ibarat kehilangan kepala keluarga yang menafkahi selama ini, Ponpes Thubassalam Berau merana. Keadaan memprihatinkan Ponpes yang berlokasi di Jl Ma’arif Kelurahan Gunung Panjang Tanjung Redep Berau ini, sempat kehabisan beras selama 22 hari. Selama tidak punya beras itu, para santri mengolah umbi umbian dan hasil kebun lainnya yang ada di sekitar pondok.
Tak hanya kehabisan beras, sudah 6 bulan aliran air bersih di pondok ini diputus PDAM akibat menunggak tagihan. Selama tidak mendapat sambungan air bersih PDAM itu, para santri di pondok ini menumpang mandi di masjid warga dekat pondok.
“Sebelumnya donatur tetap ponpes ini adalah H Asrul Sani. Namun beliau berpulang beberapa bulan lalu. Praktis kami kehilangan donatur yang membantu biaya operasional pondok sehari hari,” terang Neri pengasuh juga Kepala MTs Ma’arif.
Neri menambahkan, semenjak H Asrul Sani wafat, dirinya yang menggantikan peran almarhum meneruskan pondok dan keinginan almarhum menyekolahkan gratis para santrinya hingga cita cita mereka tercapai. Kesulitan pembiayaan, bertepatan Program Taqwa yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Berau, Neri mendaftarkan Ponpes Thubassalam. Pondok yang menampung 15 santri itu, segera disambangi BAZNAS Berau dengan bantuan 100 kg beras.

Bantuan beras itu disambut rasa syukur para santri yang berasal dari berbagai penjuru Berau, diantaranya Kampung Tanjung Batu, Dumaring, Mantaritip, Seramut, Inaran juga Kampung Merancang. Keluhan biaya operasional pondok yang disampaikan Neri, ditanggapi serius pihak BAZNAS Berau.
“Setelah mendapati fakta di lapangan, kami akan memberikan dukungan tiap bulan, terutama kebutuhan pokok para santri ini,” terang Maria Yosephi Wakil Ketua IV Baznas Berau, saat penyerahan bantuan beras Selasa (16/11).
Maria mengetuk hati para donatur lainnya untuk menoleh ke Ponpes Thubassalam yang selalu membuka pintu kedatangan santri baru di pondok mereka.
“Kami berharap, akan semakin banyak muzaki atau donatur yang memberikan perhatian untuk para santri di pondok ini. Sehingga operasional pondok dapat dilangsungkan lancar dan ceria, karena santri juga pengelola pondok tidak lagi dipusingkan biaya hidup sehari hari,” imbuh Maria yang berharap bantuan untuk para santri di pondok ini bisa disalurkan lewat BAZNAS Berau guna memudahkan monitoring bantuan yang tepat sasaran.
Terkait sambungan air PDAM, Maria menyampaikan pihaknya segera berkoordinasi dengan Direktur PDAM Berau untuk penyambungan kembali. “Supaya para santri tidak lagi menumpang mandi di masjid warga yang ada dekat pondok, jadi pondok bisa mandiri,” pungkasnya. *(Busam/An)


