Samarinda, Busam.ID – Untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan-bahan kimia, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membekali para penyuluh pertanian (PPS) dari setiap kecamatan untuk mengolah bahan-bahan ramah lingkungan. Pelatihan ini telah berlangsung dalam sepekan di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kaltim, di Kota Samarinda.
Pelatihan ini mendapat tanggapan yang beragam dan sebagian besar disambut baik oleh para PPS. Hal demikian diungkapkan oleh Megi, seorang penyuluh pertanian dari Kecamatan Muara Jawa. Dirinya mengakui banyak edukasi yang diberikan dalam pelatihan tersebut, salah satunya dalam mengedukasi para petani dalam mengatasi masalah hama dan penyakit tanaman.
Memang harus diakui, salah satu tantangan utama yang sering dihadapi para petani di wilayahnya adalah serangan jamur dan kumbang.
“Biasanya, petani di Muara Jawa menggunakan pestisida untuk mengatasi hama dan penyakit. Namun, penggunaan pestisida secara berlebihan dapat menimbulkan masalah baru, seperti munculnya hama yang resisten dan kerusakan lingkungan,” ujarnya
Megi menyadari bahwa penggunaan pestisida harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan. Ia terus berupaya mencari solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk mengatasi masalah hama dan penyakit.
“Ke depannya kami yang mendapat pelatihan ini akan memberi edukasi para petani tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan menerapkan teknik pengendalian hama secara terpadu,” pungkasnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


