Samarinda, Busam.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda kelar menyelenggarakan Sosialisasi Partisipasi Perempuan pada Pemilu tahun 2024. Acara ini berlangsung pada Senin (6/11/23), pukul 09.30 Wita, di Hotel Fugo Samarinda lantai 5.
Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin, bersama dengan jajaran anggota Bawaslu lainnya seperti Sugeng Prasetyo, Padlansyah dan Imam Sutanto, turut hadir dalam acara tersebut.
Imam Sutanto, Anggota Bawaslu Divisi Hukum dan Sengketa, menjelaskan betapa pentingnya peran perempuan dalam mendukung demokrasi di Indonesia.
Menurut Imam Sutanto, perempuan memiliki peran penting sebagai “Madrasatul Ula” yang aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai pelaku utama dalam penerapan demokrasi di Indonesia.
Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin, menekankan pentingnya pemahaman jajaran Bawaslu tentang penyelesaian sengketa pemilu dan tata cara penanganannya.
“Sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perempuan dalam melaporkan segala bentuk indikasi pelanggaran pada pemilu serentak tahun 2024,” kata Abdul Muin.
Ia juga menggarisbawahi bahwa perempuan dapat berperan aktif dalam pemilu, mulai dari penyelenggara pemilu hingga pemantau yang teregistrasi.
Pengawasan partisipatif dianggap sangat penting mengingat kurangnya jumlah pengawas pemilu dalam satu wilayah.
Ia berharap agar pemilu tahun 2024 berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan tanpa potensi kerawanan seperti politik uang, ujaran kebencian, atau penyebaran berita palsu (hoaks). Selain itu, Abdul Muin memastikan bahwa pemilu yang adil, bersih dan demokratis memerlukan keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk perempuan.
Secara terpisah, Kepala Badan Kesbangpol, Sucipto Wasis, juga menyoroti peran penting perempuan dalam pemilu.
Pihakmya berharap bahwa kegiatan sosialisasi ini akan mendorong partisipasi lebih besar dari perempuan dalam Pemilu 2024, sehingga pemilihan yang berkualitas dan inklusif dapat tercapai.
“Dengan upaya yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Samarinda, diharapkan bahwa perempuan akan semakin aktif dalam proses pemilu dan berkontribusi pada demokrasi yang lebih kuat dan transparan di Indonesia,” tutupnya.
(ADV/RYAN/PEMKOTSAMARINDA)
Editor : A Risa


