Pindahkan Depo Cendana Butuh Waktu 3- 5 Tahun

Busam ID
Tampilan Depo Pertamina Cendana Melalui Drone. Ft by Dok. Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Pemindahan Depo Pertamina di Cendana ke Palaran, menurut Manager Area Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, tidak bisa dilakukan instan. Setidaknya perlu waktu 3-5 tahun untuk proses pemindahan Depo Cendana yang menjadi pos distribusi Bbm se-Kaltim bahkan sampai ke Kaltara.

Meski tidak menyebutkan detail proses yang dibutuhkan sehingga memakan waktu sampai bertahun-tahun, Arya menyebut keputusan final untuk pemindahan Depo Cendana itu berada di tangan Pertamina Pusat. Sempat disinggung lahan di Palaran sebagai lokasi pemindahan/relokasi, sebelumnya Arya menyebut perizinan di kawasan yang digadang sebagai Kota Satelit Samarinda dan IKN itu, merupakan Terminal BBM, berbeda dengan perizinan Depo Cendana.

“Perlu waktu 3-5 tahun untuk pemindahan, karena perlu kajian yang mendalam dan keputusannya ada di pusat. Kami di region hanya pelaksana saja,” ucapnya kepada BusamID baru-baru ini.

Depo Pertamina Cendana menurut Arya merupakan Terminal BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Biosolar yang menghandle penyaluran Bbm objek vital ke-9 kota/kabupaten di Kaltim dan Kaltara. Ke-9 kota/kabupaten itu yakni Samarinda, Bontang, Kukar, Kutim, Kubar, Bontang, Mahakam Ulu, Berau/Bulungan dan Malinau. Terminal Bbm (Depo) Cendana yang didirikan sejak 1949 ini, terbilang lokasi penampungan besar karena berdiri di atas lahan seluas 3,7 hektar.

“Luas Depo Cendana itu 3,7 hektar dan sudah terdapat 12 tangki yang beroperasi. Adapun dari 12 tangki tersebut menampung total 25.000 KL (Kilo Liter) Bbm per harinya,” papar Arya.

Diketahui juga bahwa rata-rata Bbm yang disuplai ke-9 Kota/Kabupaten tersebut kurang lebih 2.100 KL per harinya.

“Jika keberadaan Depo Pertamina Cendana terganggu, maka bisa dipastikan penyaluran Bbm ke-9 daerah tadi juga akan terhambat. Oleh karena itu keberadaan Depo Pertamina di Cendana, termasuk ke dalam Objek Vital Nasional, karena dampaknya luas,” tutupnya. (RYAN)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *