Samarinda, Busamtv.co.id– Insiden tongkang yang menabrak jembatan Mahakam terus bergulir. Komisi III DPRD Kaltim pun akhirnya memanggil pihak terkait mulai dari KSOP dan Dishub, Senin (6/9/2021). Bertempat di Gedung E Komplek DPRD Kaltim.
Disampaikan Pimpinan rapat H. Baba, selaku Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim mengungkap ada beberapa poin yang perlu dibenahi pemerintah terkait insiden tersebut.
Salah satunya, hilangnya CCTV yang ada di kawasan jembatan tersebut. Sebab CCTV itu bisa sebagai bukti jika memang kapal tersebut menabrak secara sengaja atau tidak. Selain itu CCTV itu diakui telah dicuri oleh pihak KSOP.
Poin kedua, Baba mencatat pilar keempat yang ditabrak tongkang itu tidak memiliki safety ataupun perlindungan benturan. Jika hal tersebut terjadi berkali-kali maka berpotensi jembatan tersebut dapat memakan korban jiwa.
“Memang ada informasi dari Pelindo sendiri pilar empat tinggal tiang saja,” ucapnya.
Dengan adanya insiden ini DPRD meminta adanya aturan terkait sanksi yang lebih tegas. Selain teguran izin berlayar itu bisa dicabut.
Bahkan jika tidak menutup kemungkinan akan dibuat Perda terkait sanksi pidana jika ada insiden tersebut.
Sementara itu Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Slamet Isyadi enggan memberikan komentar pasca rapat tersebut. “Ke ketua (Baba) saja ya,” ucapnya singkat.(*)(FMA/Tw)








