Samarinda, Busam.ID – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur H Seno Aji menegaskan komitmen untuk menjalankan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait pengurangan kegiatan seremonial yang berpotensi memboroskan anggaran serta imbauan agar pejabat tidak melakukan flexing di tengah situasi masyarakat yang masih penuh tantangan.
Rudy Mas’ud mengatakan, sejak awal pihaknya telah menekan anggaran kegiatan seremonial yang tidak esensial.
“Kami sudah berkomitmen untuk mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak efisien. Misalnya, kegiatan yang biasanya dilaksanakan di hotel-hotel, sekarang hampir tidak ada lagi. Soal flexing, saya rasa kami juga sudah sejalan dengan arahan tersebut,” jelasnya, Rabu (3/9/2025).
Senada dengan hal itu, Wagub Seno Aji menegaskan pejabat pemerintah harus menjadi teladan dengan mengedepankan kesederhanaan dan fokus pada pelayanan publik.
“Saya pribadi tidak pernah flexing. Untuk OPD dan pejabat di daerah, layani masyarakat dengan sepenuh hati. Tidak perlu pamer kekayaan, atau flexing,” tegasnya.
Menurut Seno, pejabat yang sibuk mempertontonkan gaya hidup justru akan menambah jurang ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. Ia berharap aparatur pemerintah di Kaltim lebih peka terhadap permasalahan daerah dan menjaga kepercayaan rakyat melalui kinerja yang nyata.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


