Samarinda, Busam.ID –Warga yang bermukim di Jalan Suryanata Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (25/5/2023) siang kira-kira pukul 14.20 Wita digegerkan dengan kemunculan api yang hitungan menit langsung berkobar besar.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berteriak meminta pertolongan dan melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda.
Seorang relawan air putih, Rian (25) mengatakan dirinya mengetahui kebakaran setelah mendengar warga berteriak.
“Saya tadi lagi main handphone di dalam kamar, awalnya tidak mengetahui adanya kebakaran. Setelah mendengar warga berteriak api, saya langsung keluar memeriksa dan ternyata api sudah membesar,” terang Rian kepada Busam.ID.
Rian lalu bergegas mengambil pompa portabel miliknya untuk digunakan mencegah api semakin membesar.

“Posisi api sudah membesar, kami tidak mampu melakukan blokade agar api tidak makin berkobar, beruntung petugas Disdamkar dari posko 3 tiba di lokasi,” tambah Rian.
Menurut Rian, api pertama kali muncul dari satu rumah warga yang berada di belakang apotik Kenny & Khevin.
“Sumber api berasal dari atap rumah warga dan langsung membesar, rumah tersebut dalam keadaan tidak berpenghuni,” jelasnya.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda, Hendra AH menerima informasi terjadinya kebakaran dan langsung mengerahkan petugas pemadam terdekat untuk memadamkan kobaran api.
“Dalam proses pemadaman. Kami relatif tidak mengalami kendala dan kami terbantu dengan kondisi hujan cukup deras di lokasi kebakaran,” terang Hendra AH.
Api berhasil dikuasai satu jam kemudian setelah Disdamkar mengerahkan 3 posko, yakni posko 3, posko 2 dan posko 11.
“Satu rumah dengan 3 pintu terbakar dan 3 rumah lainnya terdampak,” terangnya.
Dugaan sementara penyebab kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik.
“Api berasal dari rumah yang tidak berpenghuni, diduga karena korsleting listrik namun lebih pastinya masih dalam penyelidikan petugas kepolisian,” jelasnya.
Beruntung dalam musibah kebakaran tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. (Zul)
Editor : A Risa








