Samarinda Mulai Kaji Risiko Banjir hingga 100 Tahun ke depan

Busam ID
Ilustrasi. Foto by Gemini AI

Samarinda, Busam.ID – Pemkot Samarinda mulai memetakan risiko banjir dengan cara baru. Tidak lagi hanya mengandalkan catatan banjir lama, kini Samarinda bekerja sama dengan proyek internasional FINCAPES dari Universitas Waterloo, Kanada, untuk melihat resiko banjir hingga 100 tahun ke depan.

Project Officer Flood Risk FINCAPES, Mawardi Muhammad, menjelaskan kajian ini menggunakan data banjir hingga 50 tahun terakhir untuk memodelkan risiko di masa depan dengan mempertimbangkan perubahan iklim sebagai variabel utama. “Kami memodelkan dampak banjir dari data historis, lalu memasukkan indikator perubahan iklim untuk melihat risikonya 10, 25, hingga 100 tahun ke depan,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, hasil kajian nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan, termasuk RPJMD, tata ruang, hingga penentuan lokasi permukiman dan infrastruktur publik. Wilayah yang berisiko tinggi berpotensi dievaluasi ulang sebagai kawasan hunian.

Kajian juga menyoroti mitigasi struktural dan nonstruktural, seperti perbaikan drainase, pembangunan pintu air, dan rekayasa ruang publik untuk menampung air hujan sementara. “Ketika curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang, air mudah meluap ke wilayah rawan banjir,” tambahnya.

Tahap awal kajian ditargetkan 10 bulan, termasuk pemetaan risiko banjir. Tahap lanjutan akan menghitung kerugian ekonomi akibat banjir di kawasan bisnis, perkantoran, dan permukiman. “Hasil kajian ini akan menjadi dasar rekomendasi infrastruktur dan pendekatan alami agar risiko banjir bisa ditekan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, program ini dibiayai langsung Pemerintah Kanada yang dilaksanakan 2 fakultas di University of Waterloo, yakni Fakultas Matematika dan Fakultas Lingkungan. Kota Samarinda dipilih sebagai salah satu lokasi Utama karena karakteristik banjir yang terjadi dinilai erat kaitannya dengan dampak perubahan iklim. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *