Kejadian Truk Melintang di Tanjakan Gunung Keramat
Samarinda, Busam.ID –Pilihan sulit ketika mengemudi dilakukan Heru (21) sopir truk bermuatan es balok, yg yang as rodanya patah sehingga mobil dikemudikannya termundur. Heru khawatir mobilnya akan menabrak banyak kendaraan di belakangnya bila ia tak segera bertindak yang menghentikan truknya yang patah as roda. Dia pun segera membanting stir mobilnya ke kanan sehingga membuat truk berikut bak dan muatannya terguling.
Antrian panjang kendaraan bermotor mewarnai Jalan Sultan Sulaiman Kecamatan Sambutan tepatnya di tanjakan Gunung Keramat Samarinda pada Jumat (24/2/2023) sore.
Antrian tersebut lantaran satu unit truk bernomor polisi KT 8994 OP terguling dengan posisi melintang di tengah tanjakan gunung. Akibatnya selain posisi mobil dan baknya yang melintang jalan menghalangi arus lalu lintas, es balok muatan truk tersebut ikut berhamburan ke jalan raya.
Keterangan dari pengemudi truk tersebut bernama Heru (21), saat itu dirinya tengah membawa es balok sebanyak 200 batang dari Kecamatan Anggana menuju ke Selili.
“Awalnya sempat macet, pas tiba di tempat kejadian ada mobil berhenti di atas. Sempat terhenti, truk berusaha menanjak namun as roda belakang patah sehingga truk tidak bisa dikendalikan dan termundur,” kata Heru kepada awak media.
Sopir truk berusaha melakukan pengereman namun truk termundur. Mengingat di belakang kendaraan truk tersebut banyak kendaraan lainnya, sopir truk langsung membanting kemudi ke kanan yang menyebabkan truk tersebut rebah ke kiri dan melintang.
“Saya banting ke kanan karena kuatir di belakang saya ada kendaraan, saya takut ada korbannya,” tambah Heru.
Heru mengatakan kondisi mesin sebelumnya dalam kondisi baik dan tidak ada masalah.
Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda yang tiba di lokasi kemudian melakukan pendataan terhadap sopir serta truknya dan memintai keterangan.
“Sebuah truk yang memuat es batu sekitar 200 balok atau sekitar 25 kilo per batangnya. Pada saat menanjak di Gunung Keramat, di depannya ada kendaraan yang sedang berhenti. Pada saat itulah truk tersebut menurunkan kecepatan sehingga tidak dapat menanjak dan akhirnya mundur. Jadilah off control,” terang Kasubnit Satu Unit Gakum satlantas Polresta Samarinda Aipda Dedy Sutriono.
Tidak berselang lama, satu unit truk crane tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi truk tersebut. Saat proses evakuasi arus lalulintas dihentikan sehingga kemacetan cukup panjang terjadi.
Setelah proses evakuasi selesai, arus lalulintas kemudian berjalan normal. (zul)
Editor : Risa Busam.ID








