Samarinda, Busam.ID – Di tengah derasnya arus minat petani beralih ke komoditas kelapa sawit, Rustanto, penyuluh sekaligus petani di Kecamatan Muara Wis, memilih untuk tetap mempertahankan padi sebagai mata pencaharian utama. Meskipun godaan untuk beralih ke kelapa sawit semakin menguat karena potensi keuntungan yang terlihat lebih besar, Rustanto menilai bahwa mempertahankan padi sawah jauh lebih strategis untuk jangka panjang.
“Di Muara Wis ini, padi sawah memang menjadi unggulan. Tapi, banyak juga yang tergiur dengan potensi keuntungan dari kelapa sawit,” ujar Rustanto.
Namun, ia mengingatkan bahwa peralihan ke kelapa sawit berpotensi mengancam produktivitas lahan pertanian. Dari segi lingkungan, peralihan ke kelapa sawit dapat membawa persoalan baru di Kecamatan Muara Wis. Tanaman sawit biasanya membutuhkan lahan yang luas dan dapat memicu deforestasi yang merusak ekosistem serta mempengaruhi iklim.
Rustanto melihat bahwa mempertahankan pertanian padi lebih sejalan dengan upaya pelestarian alam di Muara Wis dan sekitarnya. Di sisi lain, Rustanto juga mengakui tantangan yang dihadapi petani padi saat ini, seperti perubahan iklim, serangan hama, dan fluktuasi harga gabah yang sering kali merugikan petani.
“Memang menanam padi bukan tanpa tantangan, tapi dengan dukungan yang tepat, petani bisa mengatasi kesulitan ini,” ujar Rustanto.
Dukungan dari pemerintah dan pihak terkait diharapkan bisa membantu petani padi di Muara Wis agar tidak tergoda dengan pilihan jangka pendek, seperti kelapa sawit, yang dapat membawa dampak ekonomi dan lingkungan di masa mendatang. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


