Samarinda, Busam.ID – Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan bagi para petani di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menjaga kestabilan pangan. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kukar.
Salah satunya yang telah terlaksana dalam bentuk pelatihan kepada para penyuluh pertanian swadaya (PPS) dari seluruh kecamatan. Setelah mendapatkan pelatihan, diharapkan para penyuluh bisa memberikan edukasi kembali kepada para petani di wilayahnya masing-masing.
Megi, seorang PPS dari Kecamatan Muara Jawa mengakui selama ini ia bersama penyuluh pertanian sudah berupaya membantu para petani, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah pengelolaan air yang tidak menentu.
“Perubahan iklim membuat pola curah hujan menjadi tidak teratur. Saat musim hujan, air seringkali meluap, sedangkan saat musim kemarau, ketersediaan air sangat terbatas. Ini menjadi tantangan besar bagi para petani,” ujarnya
Megi menjelaskan bahwa bantuan dari pemerintah dalam bentuk sarana dan prasarana pertanian sangat membantu para petani dalam mengelola air dengan lebih baik. Namun, ia juga menekankan pentingnya kesadaran para petani untuk menggunakan air secara efisien.
“Dengan adanya bantuan pemerintah, kita bisa membangun infrastruktur seperti embung atau sumur bor untuk menampung air saat musim hujan. Namun, kita juga harus bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai kita memboroskan air, karena sumber daya air itu terbatas,” tambahnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


