Balikpapan, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan meningkatkan pengawasan penjualan jajanan di sekolah. Upaya ini dilakukan tidak hanya sebatas penjualan jajanan yang ada di kantin sekolah, namun juga jajanan yang dijual oleh pedagang yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan kasus diabetes yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tidak hanya beresiko pada orang dewasa tapi juga anak-anakm
Dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa pada 2023, kasus diabetes pada anak meningkat hingga 70 kali lipat sejak 2010 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Purnomo menjelaskan, saat ini di setiap sekolah sudah membuat tim pemantauan oleh Puskesmas untuk mengawasi penjualan jajanan bagi anak.
“Jadi kantin-kantin kita yang ada di sekolah tersebut sudah berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan. Tinggal nanti dari sisi pengurangan kadar gula dari setiap makanan dan hal itu membutuhkan pendalaman dari tim Dinkes,” ujarnya, Kamis (8/2/2023).
Untuk itu, pihaknya juga meminta kepada sekolah untuk mengarahkan pedagang-pedagang yang ada di luar kantin atau di luar sekolah untuk menjajakan makanan yang sehat dan bersih. Karena kalau makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak tersebut tidak higienis nanti siswanya bisa sakit perut dan menanggung pembelajaran.
“Para kepala sekolah sudah kita himbau untuk memberikan arahan atau teguran kepada pedagang yang ada di luar sekolah. Dan meminta kepada anak-anak sedapat mungkin untuk tidak jajan sembarangan,” pungkasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID












