Samarinda, Busam.ID – Rencana Dishub Samarinda untuk membuat percontohan parkir non tunai di Jl Panglima Batur tidak disetujui Walikota.
Ternyata bukan persoalan sistemnya, tapi Walikota Samarinda Andi Harun menghendaki program parkir non tunai ini dilakukan di semua ruas jalan Kota Tepian.
Demikian keterangan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmaralitua Manalu, ketika disinggung kelanjutan rencana program parkir non tunai.
Keputusan ini disampaikan Kepala Dishub Samarinda, Hotmaralitua Manalu kepada Busam.ID, Kamis (26/10/23).
“Kita udah rapat kemarin sore, Pak Wali tak setuju hanya jalan itu saja yang diterapkan untuk parkir non tunai, maunya seluruh ruas jalan,” ungkap Manalu.
Dikatakan Manalu, rencana tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi sistem parkir. Namun di satu sisi, ia juga merasa perlu mempertimbangkan dampaknya secara lebih mendalam, terutama terhadap masyarakat, pemilik usaha di sekitar jalan tersebut, juga para juru parkir yang menjadi binaan Dishub.
“Memang harus dipikirkan juga dampaknya saat penerapan dimulai secara tegas,” kata Manalu.
Upaya untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Dishub akan kembali melakukan rapat tindak lanjut Jumat (27/10/23) besok.
Pertemuan ini direncanakan membahas aspek-aspek tertentu dari rencana penerapan parkir non tunai, serta bagaimana mengatasi potensi dampak negatif yang mungkin timbul.
Rapat tindak lanjut ini juga diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan merinci rencana penerapan parkir non tunai di Kota Samarinda.
Ia berharap untuk mencapai kesepakatan memadai yang memungkinkan perkembangan teknologi dan kenyamanan bagi warga dalam bertransaksi parkir sambil memperhitungkan kepentingan yang lebih luas.
“Nanti hasil rapat dan keputusannya akan kami sampaikan besok,” tutup Manalu. (Ryan)
Editor : A Risa








