50 Persen Penyebab Kebakaran Arus Pendek Listrik

BusamID

Busam.ID – Bagi masyarakat Kota Samarinda diminta berhati-hati terhadap pengecekkan terhadap pemakaian listrik di rumah masing-masing.

Pasalnya berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda, hampir 50 persen penyebab kebakaran di Kota Tepian adalah arus pendek listrik. Hal itu disampaikan Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra kepada BusamID, Jumat (27/05/2022).

“Karena sambungan arus pendek atau korsleting listrik, jadi kita semua terutama warga Kota Samarinda untuk mewaspadai dari awal dalam pemakaian listriknya,” katanya.

Selain itu dia mengingatkan kepada masyarakat agar pro aktif melaporkan kondisi kelistrikan kepada instansi terkait dalam hal ini pihak PLN jika menemui permasalahan apapun.

Sebenarnya, lanjutnya, selama ini Disdamkar Samarinda selalu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran. Dimulai dari tingkat sekolah, kawasan padat penduduk, pengelola hotel hingga gedung-gedung perkantoran yang ada di Kota Tepian.

Saat ini, Disdamkar telah mewajibkan kepada setiap rumah untuk memiliki alat pemadam ringan (Alpar). Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran kecil. Berdasarkan data sementara tahun 2022, kebakaran yang terjadi di Kota Samarinda sebanyak 6 kejadian dengan kategori menghanguskan 1 sampai 3 bangunan.

“2021 jumlah kebakaran lebih banyak di bulan puasa sebanyak 30 kejadian. 2022 ini ada 6 kejadian. Ini masuk kategori kebakaran yang menghanguskan lebih dari 3 rumah,” tutupnya.

(kn). Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *