Terbatas, PWI Kaltim Terancam Tak Kirim Kontingen ke Porwanas 2027

Busam ID
Kontingen PWI Kaltim saat mengikuti Porwanas Malang Jawa Timur tahun 2022 lalu.Foto by dok. Pribadi

Samarinda, Busam.ID – Keikutsertaan wartawan Kalimantan Timur pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung terancam batal. Persoalan anggaran dan kondisi keuangan daerah menjadi kendala utama bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim untuk memberangkatkan kontingen ke ajang olahraga nasional tersebut.

Hingga kini, PWI Kaltim masih berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Dukungan itu dibutuhkan agar atlet wartawan yang telah menjalani pembinaan dan persiapan dapat tetap berkompetisi di Porwanas mendatang.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Sebab, pembinaan olahraga wartawan di Kaltim selama ini telah berjalan secara konsisten dan mulai menunjukkan hasil di tingkat nasional.

“Melihat kondisi keuangan daerah dan keberpihakan Pemprov, wartawan Kaltim terancam gagal di Porwanas Lampung. Padahal, persiapan yang dilakukan teman-teman PWI Kaltim sudah sangat maksimal,” tegas Abdurrahman di Kantor PWI Kaltim, Samarinda, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, PWI Kaltim selama ini rutin menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan atlet wartawan.
Meski tidak ada kewajiban untuk menyelenggarakan Porwada setiap tahun, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan sebagai wadah kompetisi sekaligus seleksi atlet yang berpotensi memperkuat kontingen Kaltim di Porwanas.

Pembinaan melalui Porwada mulai membuahkan hasil dalam dua penyelenggaraan Porwanas terakhir, yakni di Malang, Jawa Timur, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pada Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan, kontingen Kaltim berhasil menempati peringkat kedelapan dengan koleksi dua medali emas, tiga perak, dan enam perunggu.

Abdurrahman menilai, jika kontingen Kaltim tidak diberangkatkan pada Porwanas 2027, hal itu berpotensi menghambat kesinambungan pembinaan yang telah dibangun selama ini.

Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kaltim, Didda Satriya. Ia menyayangkan jika atlet wartawan Kaltim harus absen dalam ajang nasional tersebut akibat keterbatasan anggaran.

Menurut Didda, Porwanas menjadi momentum untuk mengukur keberhasilan pembinaan olahraga wartawan yang dilakukan melalui Porwada dan berbagai kejuaraan internal.

“Hasil Porwada sudah menunjukkan hasil dan mengangkat prestasi Kaltim di level nasional,” ujar Didda.

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk Porwanas 2027 diperkirakan lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu faktor utamanya adalah biaya transportasi menuju Lampung yang membutuhkan perjalanan udara dengan dua kali penerbangan.

Selain itu, kontingen juga harus menanggung biaya akomodasi atlet secara mandiri. Kondisi ini berbeda dengan Porwanas sebelumnya yang masih mendapatkan subsidi dari tuan rumah.

“Selain transportasi, biaya akomodasi atlet juga cukup besar karena tidak ada lagi subsidi dari tuan rumah. Ini berbeda dengan Porwanas sebelumnya,” jelasnya.
Meski memahami kondisi fiskal Kaltim yang sedang menghadapi tekanan, Didda berharap dukungan anggaran untuk keberangkatan kontingen masih dapat diperjuangkan.

“Harapan kita masih bisa dapatlah,” katanya.
Didda menegaskan, pengajuan keberangkatan kontingen PWI Kaltim belum ditutup dan masih dalam proses perjuangan. Ia berharap Pemprov Kaltim tetap memberikan dukungan agar wartawan daerah dapat berpartisipasi dalam agenda olahraga nasional tersebut.

“Kita percaya, Pemprov Kaltim masih peduli dengan agenda nasional ini karena membawa nama besar provinsi ini,” tutupnya.(Adit)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *