Global  

Sedimentasi Bendungan Benanga, DPRD Minta Optimalkan Perawatan – Samarinda

BusamID
Data Sedimentasi Bendungan Benanga Dari Tahub 1999-2018. Sumber: Ist

Samarinda, Busamtv.co.id – Sedimentasi bendungan Benanga yang semakin tinggi, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah meminta kepada Organasasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk optimalkan perawatan.

Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahroni menyoroti laporan dari Balai Wilayah Sungai IV Kalimantan data sedimentasi yang terjadi di Bendungan Benanga beberapa tahun terakhir.

Novan Syahroni, Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda
Foto: Istimewa

Berdasarkan laporan BWS IV Kalimantan, dalam Rapat Dengar Pendapat di Ruang Sidang Paripurna DPRD Samarinda, Bendungan Benanga mengalami sedimentasi yang cukup tinggi. Hal ini juga menjadi pemicu besarnya banjir yang terjadi di Damarinda beberapa waktu lalu.

“Kalau dari data yang kami terima serta laporan dari BWS IV Kalimantan bahwa sedimentasi di bendungan benanga itu luar biasa,” singkatnya.

Novan menuturkan dari data yang diterima volume tampungan air di Bendungan Benanga kian menurun mulai yang awalnya jumlah tampungan mencapai 1. 332.000 di tahun 1991 dan sekarang berubah menjadi 430.000 meter kubik.

“Tadi kita lihat jauh sekali perbedaannya. Tahun 1999 itu sekitar satu juta lebih daya tampung tapi sekarang hanya sampai empat ratusan ribu,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda Novan Syahroni pun meminta agar hal ini menjadi fokus semua pihak dalam proses penanganan banjir di Samarinda serta bersinergi dan berkesinambungan mulai dari Hulu, Tengah Kota Hingga Hilir.

“Karena itu, kita harus sinergikan baik dari hulu, tengah sampai hilir,” singkatnya.

Di sisi lain Novan menjelaskan, penanganan hilir dilakukan dengan melihat pasang surut sungai sedangkan untuk penanganan di tengah kota yang harus diperhatikan ialah pematangan lahan.

“Kalau hilir terjadi pasang surut, kalau tengah mungkin pematangan lahan serta perawatan drainase yah,” pungkasnya.

Dirinya menambahkan jika melihat kondisi saat ini perlu dihadirkan kebijkakan-kebijakan serta regulasi yang lain, baik tentang aturan pembangunan rumah dan sebagainya.

“Mungkin saja kedepan ada kebijakan-kebijakan tentang bagaimana regulasi pembangunan rumah dan lainnya, kan pasti arahnya kesitu namun pasti bertahap,” jelasnya. (*)(Kaka Nong/Tw)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *