Samarinda, Busam.ID – Pemkot Samarinda melakukan sidak ke sejumlah pasar terkait ketersediaan sembilan bahan kebutuhan pokok dan lainnya, menjelang hari Natal dan tahun baru 2022 (Nataru).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun memimpin langsung dengan membawa sejumlah pihak di antaranya Kapala Dinas Perdagagan Kota Samarinda Marnabas. Salah satu pasar yang menjadi target sidak jajaran Pemkot Samarinda ialah pasar Segiri di Jalan Pahlawan Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu.
Dari hasil pantauan tim sidak Pemkot, Wali Kota mengakui ada beberapa harga bahan pangan yang mengalami kenaikan seperti cabai, kedelai dan minyak goreng.
“Memang untuk cabai naiknya sampai 80 persen dari harga normal yang awalnya sekitar 20 ribu per kilo, sekarang naik hingga 70 ribu. Kalau untuk minyak goreng kenaikannya sekitar Rp 4 sampai 5 ribu sedangkan kedelai naik Rp 2 sampai 3 ribu,” ungkap pria yang akrab disapa AH ini, Rabu (8/12/2021).
Demi mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang libur Nataru, orang nomor satu di Kota Tepian ini akan melakukan pengawasan.
“Kita pastikan terlebih dahulu persediaannya. Aman atau tidak. Terus gimana jalur distribusinya, lancar atau ada kendala dalam tanda kutip apa ada intervensi terkait pembelian minyak goreng,” imbuh AH.
Perihal teknis penanganan kenaikan harga sembako yang dikhawatirkan melambung, sehingga sulit dijangkau sebagian besar masyarakat di tengah situasi masih terdampak pandemi ini, AH mengatakan pihaknya akan melanjutkan operasi pasar di beberapa titik. Ia juga telah mengarahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada untuk memantau ketersediaan produksi cabai di daerahyang ingin mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas bagi warganya ini.
Hal ini sebagai upaya untuk memasok ke operasi pasar supaya harga dari bahan-bahan pangan bisa dijual dengan harga terjangkau.
“Kita sedang memastikan tidak terjadinya permainan harga di lapangan. Entah itu karena alasan ketersediaan maupun jalur distribusi. Kita juga sudah mengimbau supaya tidak ada penimbunan bahan,” pungkasnya.
Ketua DPD Gerindra Kaltim itu mengutarakan proses ini juga bagian dari strategi Pemkot memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga normal. (mm/an)








