Samarinda, Busam.ID – Menjelang libur perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang ditetapkan pemerintah mulai 24 Desember 2021 hingga 02 Januari 2022, mobilitas warga mulai nampak ramai. Banyak yang memanfaatkan libur panjang di penghujung dan awal tahun kalender kerja ini, untuk bepergian jarak dekat antar kota dalam provinsi.
Amatan Busam.ID, terminal bis Sungai Kunjang dan Lempake mulai ramai penumpang. Sebagian besar penumpang adalah mahasiswa dan pekerja yang memanfaatkan libur panjang untuk pulang kampung masih dalam wilayah Kalimantan khususnya daerah Kaltim.
Abdul Rahman selaku Kepala Sesi (Kasi) Operasional Terminal Wilayah 1, dikonfirmasi media ini ihwal mobilisasi menjelang libur Nataru menjelaskan, pada umumnya terminal type B yang berada di Jalan Untung Suropati itu selalu mengalami peningkatan jumlah penumpang, setiap menjelang libur panjang, terutama libur hari besar keagamaan.

“Pada umumnya sih ada lonjakan. Puncaknya itu biasa di hari raya natal, tahun baru, idul fitri dan idul adha,” jelas Abdul Rahman.
Saat ini mobilisasi terbanyak adalah jurusan Banjarmasin yang mengalami peningkatan jumlah penumpang 60 sampai 70 persen dibanding hari biasanya.
“Kalau Samarinda-Banjarmasin itu bisa mencapai 60 sampai 70 persen peningkatannya,” imbuh Abdul Rahman.
Ditanya ketersediaan armada bisnya, Abdul Rahman menjelaskan masih cukup. Karena tidak hanya dari Kementrian Perhubungan Kaltim yang menyediakan namun juga banyak perusahaan yang turut menyediakan jasa angkutan untuk penumpang baik dalam kota maupun lintas provinsi.
“Untuk saat ini pengusaha agkutan dalam provinsi ini masih sanggup melayani lonjakan penumpang,” terang pria 50 tahun ini.
Ia melanjutkan jika dalam waktu dekat akan ada pendirian posko pelayanan dan pengawasan dari aparat gabungan baik TNI, Polri maupun Satpol PP untuk memaksimalkan pelayanan.
“Informasinya sih mulai senin ini sudah posko. Itu dari Kepolisian, TNI dengan Satpol PP,” pungkasnya.
Dilain pihak, Sarjito (53) Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Type A Samarinda Seberang mengkonfirmasi bahwa pelayanan pengangkutan penumpang hanya dibatasi mencapai 75 persen.

“Kalau kami mengikuti arahan Kementerian Perhubungan, untuk penambahan armada yang disediakan, cukup sampai 75 persen lonjakan jumlah penumpang. Ini berkaitan pencegahan covid ,”ungkapnya. (mm/an)








