Samarinda, Busam.ID – Kenaikan BBM serta rencana 3 periode Presiden Jokowi, mulai ditanggapi kalangan mahasiswa. Rabu (06/04/22) kemarin, Aliansi Masyarakat Kaltim Menggugat (Mahakam) kembali melakukan demo alias berunjuk rasa. Namun aksi kedua bubuhan Mahakam menggeser lokasinya, mereka menyampaikan orasi di depan Kantor DPRD Kaltim Jl Teuku Umar, Sungai Kunjang Samarinda. Senin (04/04/22), Mahakam dan massanya melakukan aksi di simpang empat Lembuswana, menyuarakan tuntutan atas situasi kekinian yang berbeda.
Menggunakan mobil komando dan pengeras suara, demonstrasi diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Samarinda. Dari pantauan media ini, aksi masih berjalan lancar dan dijaga ketat aparat kepolisian.
Humas Aksi Arya Yudistira di lokasi unjuk rasa mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan.

“Tuntutan kami masih sama, yakni menolak kenaikan PPN 11 persen, kenaikan BBM (Pertamax) dan wacana 3 periode Presiden RI Jokowi,” kata Arya sapaan akrabnya kepada awak media.
Menurutnya, dengan kenaikan PPN 11 persen bakal membuat harga kebutuhan bahan pokok menjadi naik dan memberatkan masyarakat, di tengah kondisi pandemi serta sulitnya ekonomi rakyat. Selain itu, kenaikan BBM jenis Pertamax dinilai pihaknya ikut berdampak.
“Situasi kenaikan harga yang tidak terkendali ini, menyebabkan kami kehilangan rasa empati terhadap pemerintah. Ditambah lagi hasrat ingin berkuasanya Jokowi menjadi Presiden selama tiga periode. Jelas wacana itu melanggar konstitusi,” tandas Arya.
Kedatangan Mahakam dan massanya tegas Arya, untuk menagih sikap wakil rakyat Kaltim terkait tuntutan mereka. Dengan begitu, sikap mahasiswa dan dewan dari Kaltim bisa satu suara.
Jika tuntutan ditolak oleh wakil rakyat di Dewan Karang Paci, Arya menyebut pihaknya akan menggelar aksi kembali dengan membawa massa lebih besar.
“Kalau runtutan kami tidak diterima Dewan, maka aksi akan kami gelar kembali dengan membawa massa yang lebih besar,” pungkas Arya. (nin/an)








