Antrean Berkurang Drastis dan Bagi Uang untuk Sopir

BusamID
Menteri ESDM bagi uang untuk sopir-sopir yang sedang antri solar. Ft: Kkc

Sidak Menteri ESDM di 5 SPBU Samarinda

Samarinda, Busam.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif ditemani Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, Kamis (07/04/22) melakukan sidak ke 5 SPBU di Kota Samarinda. Sidak itu dilakukan Arifin untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tersedia cukup.

Apalagi setelah Balikpapan di mana terdapat unit pabrik Pertamina, digoyang demo berulang ratusan sopir dan mahasiswa yang mengeluhkan kelangkaan solar di Kalimantan khususnya Kaltim. Kelima SPBU yang disidak Menteri ESDM Arifin Tasrif yakni pom BBM di Jl Sentosa, Loa Janan, Jl HAM Rifadin, Jl PM Noor dan terakhir di Km 17 poros Samarinda-Bontang (Tanah Merah).

“Kami meninjau lima SPBU di wilayah Kota Samarinda. Pada saat sidak, kami tidak menemukan antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi solar. Kondisinya antrean sudah berkurang dan lebih tertib. Mudah-mudahan kedepannya bisa lancar.terus, terutama dalam menghadapi bulan Ramadhan ini,” papar Arifin dalam keterangan tertulis.

Menurut Arifin, penyaluran BBM bersubsidi harus terus diawasi sehingga peruntukannya tepat sasaran, sebagaimana diamanatkan. Sehingga tujuan subsidi membangun perekonomian masyarakat dapat tercapai. Di tengah sidaknya, Arifin sempat melakukan aksi simpatik dengan membagi uang kepada sopir-sopir truk yang mengantri solar.

Dalam perbincangan dengan Eko, salah seorang sopir bus Damri jurusan Samarinda-Tanjung Selor Kalimantan Utara (Kaltara) yang tengah mengisi solar, Arifin Tasrif mendapat masukan akan realita di lapangan. Eko menerangkan saat ini SPBU menjatah setiap pengisian solar per kendaraan dijatah maksimal 50 liter. Sehingga untuk trip jauh, sopir harus berulang mengisi BBM di SPBU yang ditemui.

“Repot sekali kalau dijatah begini pak. Seperti saya kalau sekali jalan perlu 183 liter, sementara ini dijatah 50 liter solar. Jelas ini kurang banyak dan mau gak mau sampai di Bontang saya harus ngisi lagi, di Kutim juga ngisi lagi,” terang Eko.

Padahal lanjut Eko, dirinya memiliki kartu untuk pengisian 200 liter. Tetapi lantaran saat ini diberlakukan penjatahan maksimal di setiap SPBU maksimal 50 liter per kendaraan, kartu eksklusif tersebut praktis tidak berlaku. Eko berharap ke depan pihak Pertamina berkolaborasi dengan SPBU dapat mengatur distribusi BBM yang tepat sasaran juga memenuhi kebutuhan riil kendaraan yang berhak.

Secara terpisah, Nicke menjelaskan Pertamina memberikan jaminan untuk keseluruhan stok BBM dan LPG, khususnya selama Ramadhan dan Idul Fitri. Peningkatan konsumsi saat Ramadhan telah diantisipasi oleh Pertamina.

“Kita jaga betul karena ini ada peningkatan konsumsi dan itu sudah kita siapkan, detilkan perencanaanya baik suplai maupun distribusinya. Tadi kita keliling mendatangi lima SPBU di sekitar Kota Samarinda bersama Pak Menteri ESDM, tidak melihat adanya antrian dari hari hari sebelumnya,” tutur Nicke.

Menurutnya, antrean yang terjadi sebelumnya dikarenakan konsumsi solar sudah melebihi kuota yang ditetapkan.

“Di beberapa wilayah di Kalimantan Timur kuotanya ada yang mencapai lebih dari 20 persen, over kuota. Kemudian kita berikan kelonggaran walaupun over kuota tetap kita suplai. Itu terjadi mulai Maret. Jadi antrean yang terjadi sebelumnya, mungkin karena over kuota dan itu barang subsidi tidak bisa serta merta kita pasok. Ini terjadi di semua wilayah di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Nicke mengimbuh, pihaknya sudah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) BBM yang keanggotaannya terdiri dari Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga aparat kepolisian. Tim ini bertugas untuk menanggulangi terjadinya kelangkaan dan melakukan penindakan jika terjadi penimbunan serta penyalahgunaan BBM bersubsidi. Tim Satgas akan melakukan pengawasan, mengatur peruntukan, menertibkan dan melakukan penindakan jika terjadi penyalahgunaan serta penimbunan, sehingga BBM bersubsidi dapat tepat sasaran. (an/berbagai sumber)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *