Podcast Bareng Kominfo, KPID, Gerakan Anti Hoax, FJPI Kaltim dan BusamID
Samarinda, BusamID – Baru dilantik, KPID mulai bergerak dengan mengimbau untuk bersama menangkal informasi hoax yang cenderung meresahkan dan menyesatkan masyarakat. Ajakan untuk bersama menangkal hoax itu disampaikan Komisioner KPID di tengah podcast bareng bertemakan Hoax yang dilakukan Sabtu (09/04/22). Kegiatan garapan Kominfo, KPID, Gerakan Anti Hoax Kaltim, FJPI Kaltim dan portal Busam.ID itu, para prinsipnya ingin mengajak masyarakat untuk jeli menilai informasi sehingga bisa memilah berita hoax dan tidak. Dengan demikian masyarakat bisa turut mencegah penyebaran berita hoax yang cenderung hanya merugikan kehidupan bermasyarakat kita.
Dalam kegiatan yang digelar di Kantor Diskominfo Kaltim, Jalan Basuki Rahmat No 41 Ruang WEIK itu, hadir Komisioner KPID Kaltim terdiri Irwansyah (Ketua KPID Kaltim), Adji Novita Wida Vantina (Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran), Dedy Pratama (Koordinator Bidang Kelembagaan), juga Hendro Prasetyo (Bidang Kelembagaan).
Dipandu oleh Ketua FJPI Kaltim, Tri Wahyuni, dialog berlangsung interaktif dengan masing-masing narasumber menyampaikan pemahaman serta menekankan fungsi dan peran dalam memberantas hoax atau informasi palsu yang hingga kini masih saja dapat dijumpai baik di media konvensional hingga media baru.
Sebagai Lembaga yang menjalankan fungsi Pengawasan Khususnya TV dan Radio, KPID mengajak Lembaga Penyiaran (LP) agar tidak memproduksi hoax dan memaksimalkan verifikasi berita sebelum dipublikasikan.
Komisioner KPID Kaltim pun mengimbau kepada LP untuk terus menjaga kualitas isi siarannya sebab dengan berkualitasnya konten siaran maka masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat. Pada dialog tersebut KPID menambahkan masyarakat juga harus cerdas dalam memilah dan memilih informasi yang didapat terlebih informasi yang sedang viral, dengan melihat sumber dan kredibilitas lembaga penyiaran atau media yang memberitakan.
“Sebagai Lembaga, KPID Kaltim akan terus mengawal juga mendampingi LP, dan terus berupaya menjaga iklim penyiaran yang baik, serta mengedukasi masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi dari media khususnya media penyiaran baik itu dalam sektor ekonomi, politik, pemerintahan dan sektor lainnya,” jelas Adji Novita.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Gerakan Anti Hoax Kaltim, Charles S menyampaikan semangat memberantas Hoax tidak boleh luntur, terlebih dalam menghadapi hajatan pesta politik 2024 yang tidak lama lagi berlangsung. Momentum demikian kerap dimanfaatkan oknum penyebar informasi palsu. Disinilah peran seluruh pihak sangat dibutuhkan.
“Seluruh pihak terutama yang berada di ekosistem informasi dan komunikasi harapannya dapat terus mengawal Lembaga Penyiaran dan Media khususnya pada Konten yang diproduksi agar tidak dijumpai lagi hoax. Karena hoax sangat berbahaya, terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi Pemilu, sehingga hal ini menjadi perhatian kita bersama,” ungkap Charles.
Seperti diketahui, saat ini hoax menjadi isu yang terus diperangi oleh seluruh pemangku kepentingan, karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Pasalnya, hoax kerap berisi kabar yang menyesatkan dan menggiring opini masyarakat terhadap hal tertentu. (an/kpid/diskominfokaltim)








