Samarinda, Busam.ID – Kabar aliran dana Corporate Social of Responsibility (CSR) dari PT Bayan Resources kepada Perguruan Tinggi di luar Kaltim terus mendapat tanggapan dari berbagai pihak, kini berasal dari ditanggapi oleh Forum Ormas Bersatu (FORSAT) Kaltim.
Bertempat di Caffe Busam Area Jalan Wahid Hasyim No 1 Senin (16/05/2022) malam, Forsat Kaltim menggelar rapat bersama.
Muhammad Barkati (ketua Kopasti Gepak Kaltim), salah seorang yang hadir dalam rapat menjelaskan, rapat dilakukan untuk menyikapi persoalan dana CSR khususnya bagi perusahaan yang ada di Kaltim.
“Jadi kita dari Forsat tentu harus punya sikap dengan persoalan ini. Karena itu, kita lakukan pertemuan ini untuk memberikan solusi kepada pemerintah,” kata Barkati.
Dikatakan mantan Wakil Walikota Samarinda ini, rapat menghasilkan 4 butir rekomendasi yakni pembentukan tim independen pengelolaan dana CSR yang melibatkan semua unsur masyarakat, keterbukaan informasi publik ke masyarakat, adanya transparansi pengelolaan dana CSR, dan terakhir meminta optimalisasi program dana CSR untuk masyarakat Kaltim.
“Hasilnya ada beberapa poin rekomendasi kami dari Forsat kepada pemerintah. Semoga bisa ditindaklanjuti. Tentu kami akan mengawal semua rekomendasi ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Agung Gunawan Wibisono, Koordinator Forsat Kaltim. Dia mengatakan, pengelolaan dana CSR seharusnya lebih diprioritaskan untuk membangun Kaltim dan masyarakat Kaltim.
Oleh karena itu, Agung meminta agar adanya transparansi pengelolaan dana CSR ke masyarakat. Karena itu hal itu sudah menjadi hak seluruh masyarakat Kaltim untuk mengetahui pengelolaan dari dana CSR tersebut.
“Kami cukup kecewa dengan hal ini. Seharusnya prioritas dana CSR itu untuk masyarakat kaltim,” timpalnya.
Hadir pada pertemuan tersebut beberapa perwakilan antara lain ada Kopasti Gepak, Kopasti Nusantara, Kapak, LMP, Gerdayak Kaltim, Gagak Bersatu, GMFKPPI dan Pusaka.
(kn)
Editor: Redaksi BusamID








