Kepala Disdikbud Ungkap Alasan Seragam Gratis Belum Dibagikan

BusamID
Purnomo. Ft Ist

Balikpapan, Busam.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbu) Kota Balikpapan Purnomo memastikan, program pembagian seragam sekolah gratis akan berjalan tahun ini. Hanya saja memang belum direalisasikan karena masih ada berbagai kendala.

Hal itu disampaikan Purnomo untuk membantah isu yang beredar media sosial (Medsos) jika program pembagian seragam sekolah gratis itu hanya kebohongan.
Program seragam sekolah gratis ini merupakan janji politik Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud ketika mencalonkan diri sebagai Wali Kota di Pilkada Balikpapan 2020 lalu.

Dikatakannya, memang dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala diantaranya menyangkut masalah pergeseran anggaran yang akan dipergunakan. Awalnya, program sekolah gratis ini dialokasikan sebesar Rp 19 miliar melalui APBD Kota Balikpapan tahun 2022. Namun setelah dilakukan perhitungan, anggaran tersebut tidak mencukupi karena setelah dihitung banyak data siswa yang belum masuk.

Adapun alokasi anggaran yang disiapkan setelah pergeseran anggaran menjadi totalnya Rp 23 miliar untuk SD dan SMP. Dan pergeseran anggaran ini membutuhkan proses, sebab harus menunggu penetapan dan persetujuan provinsi.

“Jadi dari Pemerintah Kota (Pemkot) sebnarnya sudah mengalokasikan dana untuk pakaian seragam terdiri dari sekolah SD SMP Negeri ataupun swasta. Yang juga terdiri dari pakaian nasional merah putih, kemudian Pramuka dan ada baju batik daerah. Kemarin penetapan anggarannya ada mengalami perubahan, kita mengajukan pergeseran anggaran, karena setelah kita hitung tidak masuk semua siswa yang kita terima,” kata Purnomo, Selasa (12/7/2022).

Selain itu, lanjutnya, proses pengadaan seragam sekolah gratis ini juga terkendala uji laboratorium yang juga memakan waktu. Uji laboratorium ini menyangkut bahan yang dipergunakan untuk seragam sekolah termasuk warna.

Untuk saat ini pihaknya telah melakukan pengumpulan data ukuran baju dari masing-masing siswa baru yang ada di tiap sekolah. Data tersebut akan dipergunakan dalam proses pengadaan seragam sekolah, sehingga ukuran yang diadakan sesuai dengan kebutuhan.

“Soalnya nanti kalau kita adakan langsung nanti ada badannya yang kecil-kecil, ada yang badannya besar-besar. Nanti kita akan data dari sekolah, mudah-mudahan itu bisa kita penuhi,” ujarnya.
Untuk sementara, pihaknya memberikan kelonggaran ke masing-masing siswa untuk diperbolehkan menggunakan seragam SD untuk SMP, sedangkan untuk SD diperbolehkan menggunakan seragam TK atau pakaian bebas untuk yang tidak pernah TK.

“Untuk semester pertama kita beri kelonggaran. Tapi kalau memang mereka berkenan untuk membeli silakan membeli di koperasi. Tapi itu bukan paksaan. Mau membeli silakan mau tidak membeli tidak apa-apa, yang ada di koperasi sekolahnya masing-masing,” ungkapnya.
Ditanyakan soal kepastian kapan seragam sekolah gratis itu bisa terealisasi? Purnomo masih belum bisa memberikan kepastiannya.

“Untuk pengadaannya sendiri kita usahakan secepatnya. Jadi kami tidak bisa menyebutkan kapan, yang pastinya ini masih dalam proses,” tutupnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *