Samarinda, Busam.ID – Sebanyak 6 bangunan rumah luluh lantak di lalap si jago merah, Kamis (21/7/2022) siang di Jalan Kebahagiaan RT 37 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.
Kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk itu diduga berasal dari aktivitas pengetap bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Menurut saksi mata yang juga menjadi korban kebakaran, dirinya melihat kobaran api berasal dari bawah mobil bak terbuka mobil daihatsu Grandmax.
“Apinya tuh dari bawah mobil dan langsung membesar ditambah hembusan angin kencang api semakin tambah besar,” kata Lamini (47).
Warga sekitar juga berupaya memadamkan api, namun api semakin membesar dan membakar bangunan yang rata-rata terbuat dari bahan kayu.
Lamini menjelaskan, dirinya menduga berasal api berasal dari mobil seorang pengetap bernama Masri atau biasa dikenal dengan sebutan Masse.
Dan dia kerap melihat Masse sering melakukan kegiatan sedot Pertalite tersebut dari mobilnya.
“Sehari itu bisa 3 sampai 4 kali. Pa Masse kan punya pom mini di tokonya di depan (Jalan Gerilya),” Lamini menambahkan.
Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda beserta relawan langsung berupaya memadamkan api, namun karena kencangnya tiupan angin dan warga yang menonton membuat petugas Pemadam kesulitan memadamkannya.
Api kemudian berhasil dipadamkan lebih dari satu jam, enam bangunan terdiri dari 2 rumah tunggal, 3 bangsalan 6 pintu, 1 rumah dua toko dan 1 unit mobil Grand max yang terbakar. (dic)
Editor: Redaksi BusamID












