Literasi Digital untuk Dongkrak Pemahaman Politik Perempuan di Berau

Busam ID
Tim Ahli Komisi IV DPRD Kaltim Tri Wahyuni ketika sosialisasi literasi digital tentang pemahaman politik perempuan di Berau (20/3/23). Foto by nin

Berau, Busam.ID – Pemahaman literasi digital terutama berkaitan dunia politik, di kalangan kaum hawa saat ini bisa disebut masih sulit. Indeks pengguna media sosial yang semakin tinggi di era sekarang, menjadi salah satu kekhawatiran penyebaran hoax. Apalagi melihat mayoritas pengguna media sosial saat ini adalah kaum perempuan yang minim pemahaman.

Dinas Pengendalian Penduduk Kelurga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar pelatihan Perempuan dan Politik dalam rangka peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang politik pada Senin (20/3/2023) di Gedung Aula Bapelitbang Kabupaten Berau. Kegiatan ini mengundang sejumlah oraganisasi partai dan oraganisasi perempuan.

Narasumber saat memberikan materi terkait literasi digital dikalangan kaum hawa, Senin (20/3/2023) di Aula Bapedalitbang Kabupaten Berau

DPPKBP3A menghadirkan narasumber dari salah seorang Tim Ahli Komisi IV DPRD Kaltim Tri Wahyuni, sebagai pemateri tentang Gerakan Perempuan Pemenuhan Kebutuhan Praktis. Tri Wahyuni sebagai narasumber mewakili Tim Ahli Komisi IV DPRD Kaltim mengatakan, materi yang ia sampaikan, lebih menitikberatkan pada pemahaman literasi digital bagi perempuan. Menurut Tri Wahyuni yang juga Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim ini, masih banyak perempuan di Indonesia yang terjebak dalam arus informasi tidak benar alias hoax. Ia pun menganggap literasi digital menjadi poin penting untuk mengatasi maraknya berita hoax.

“Kesempatan saat ini, saya harus menyampaikan tentang Literasi Digital. Itu kita lihat, banyak perempuan di Indonesia yang masih apatis untuk terlibat dalam politik akibat dari sajian hoax yang sering muncul di media sosial. Dan itu sudah kita buktikan sendiri,” ungkap wanita yang akrab dipanggil Yuni ini.

Dijelaskan juga, perempuan di zaman digital saat ini, lebih sering menggunakan media sosial untuk mencari informasi tentang perkembangan daerah, maupun hal-hal bersifat khusus. Hal itu dinilai Yuni akan menjadi kondisi yang paling harus dijaga.

Asisten I Pemkab Berau berfoto bersama peserta dan nara sumber pelatihan perempuan politik, Senin (20/3/2022) di Aula Bapedalitbang Kabupaten Berau, Foto by Nina

“Antusias peserta bertanya menunjukkan, mereka penasaran dengan pemahaman tentang politik. Artinya mereka saat ini masih bimbang tentang nilai-nilai politik sebagai ujung tombak kebijakan yang bisa mensejahterakan kaum perempuan,” terangnya

Kegiatan yang dihadiri 60 peserta, turut dihadiri Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian dan Asisten Deputi PUG Bidang Politik dan Hukum, Darmawan, secara daring. Turut hadir secara langsung membuka acara Asisten 1 Kabupaten Berau, M Hendratno mewakili Kepala DKP3A Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah.

Satu di antara peserta mengaku, materi yang dipaparkan menjadi pengetahuan baru tentang literasi digital.

“Saya juga sering terjebak berita. Apalagi di musim pemilu ya, kita sering jadi seperti teradu domba. Di sini saya dapat pelajaran baru yang mana nanti kedepan, harus betul-betul membaca berita yang sumbernya jelas,” pungkas Wati perwakilan organisasi perempuan di Berau. (Nina)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *