Samarinda, Busam.ID -Dinsos PM (Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Samarinda menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda pada level 0 persen pada i penghujung tahun 2023.
Hal tersebut dijelaskan oleh Sekretaris Dinsos PM, Dasmiyah bahwa dari 9.032 jumlah KK (Kepala Keluarga) yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem, turun menjadi 6.900 KK.
“Sesuai visi dan misi Pak Walikota Samarinda Andi Harun, banyak sekali program-program yang dibuat agar angka kemiskinan ekstrem dapat menjadi 0 persen pada akhir tahun ini,” ungkap Dasmiyah.
Menurut Dasmiyah, beberapa program seperti Bedah Rumah dan pelatihan-pelatihan untuk tenaga siap kerja saat ini sedang berjalan.
“Selain itu ada juga subsidi yang diberi oleh PDAM yaitu memberi subsidi hingga 20 ribu kubik air agar bisa keluar dari kategori miskin ekstrem dan naik menjadi kategori kemiskinan biasa,” imbuh Dasmiyah.
Selain itu, pihaknya juga bakal berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar ketersediaan rumah singgah terpadu dapat difasilitasi untuk mengakomodir anak jalanan dan para ODGJ atau orang dengan gangguan kejiwaan.
“Saat ini Kota Samarinda cuma punya satu Rumah Singgah Sehati yang ada di Jalan Kesejahteraan, untuk yang terpadu belum ada. Terkait rumah singgah yang ada juga hanya diperuntukkan bagi orang dewasa, lansia dan orang terlantar, tidak ada yang diperuntukkan khusus anak dan ODGJ.” paparnya.
“Jika sudah terpadu, maka semua PMKS (Pemerlu Kesejahteraan Sosial) akan dilayani,” tambahnya.
Ada pun program lainnya agar bisa mempercepat proses pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda, adalah dengan mengambil peran perempuan dalam sektor mandiri ekonomi, khususnya pada perempuan yang menjadi kepala keluarga, orangtua tunggal, atau yang mungkin suaminya sakit.
“Program tersebut adalah bantuan wanita rawan sosial dan ekonomi, agar wanita juga dapat berperan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga ,” tutupnya. (RYAN)
Editor : A Risa








