Tekankan Penyerapan Anggaran yang Maksimal, Pengajuan 8 OPD Dinilai Terlalu Tinggi

Busam ID
Andi Harun. Ft by Ryan/Busam.Id

Samarinda, Busam.ID – Penyerapan anggaran proyek pembangunan, ditegaskan Walikota Samarinda Andi Harun, harus maksimal. Baik dalam penggunaan maupun peruntukannya.

Pengajuan anggaran di APBD Perubahan dari delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Samarinda, dievaluasi Walikota terlalu tinggi.

Akibatnya, usulan di anggaran perubahan itu terancam dicoret.

Delapan OPD yang tengah berada di bawah pengawasannya meliputi Dinas PUPR, Disperkim, Dinkes, DLH, Disdikbud, Dishub, Sekretariat Daerah, serta Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda.

Mengenai hal ini, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Samarinda, dikonfirmasi terkait hasil keputusan rasionalisasi anggaran pada delapan OPD tersebut, menanggapi masih mengkajinya.

Kepala Bappedalitbang Samarinda, Ananta Fathurrozi, mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya sedang bekerja sama dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dalam menyusun dan memproses rencana rasionalisasi tersebut.

“Masih proses pembahasan, nanti tunggu hasil final dari proses ini akan segera dipublikasikan setelah mencapai kesepakatan,” jelasnya.

Langkah rasionalisasi anggaran yang diambil oleh Walikota Samarinda ini menggarisbawahi komitmennya untuk memastikan setiap pengeluaran anggaran kota benar-benar menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dengan pendekatan yang cermat dan penuh pengawasan, diharapkan bahwa kualitas penggunaan anggaran dapat lebih terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga kota.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan alokasi anggaran yang diajukan oleh masing-masing OPD memiliki urgensi dan dampak yang signifikan bagi masyarakat.

Dalam upaya untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran tersebut, Walikota Andi Harun secara intensif memeriksa usulan yang telah diajukan.

“Saya melakukan pengecekan mendalam terhadap usulan-usulan anggaran ini, untuk memastikan bahwa setiap anggaran yang diajukan benar-benar memiliki prioritas dan akan bermanfaat bagi masyarakat. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka akan saya coret untuk menghindari pemborosan anggaran yang tidak perlu,” papar Andi kepada Busam.ID, Sabtu (26/8/23) sembari minum kopi di warung kaki lima depan Masjid Sofiatul Amin, GOR Segiri.

Andi Harun juga menekankan bahwa dia memiliki pendekatan yang sangat detail dalam mengawasi berbagai proyek.

Dia bahkan turut melakukan pengecekan langsung, seperti pada kasus pemeliharaan parit atau peningkatan drainase.

“Tindakan pemeriksaan mendalam ini adalah bagian dari komitmen saya sebagai Walikota, untuk memastikan kualitas kerja yang baik dan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat. Mungkin juga kalian (wartawan-red) masih ingat, saat Jalan Pahlawan sebelumnya saya cek ternyata aspalnya tidak sesuai spek, kemudian saya cungkil aspalnya dan segera saya suruh pulang kontraktornya. Itu hanya beberapa contoh aja,” jelasnya sambil sedikit terkekeh.

“Saya ingin memastikan bahwa setiap proyek yang didanai oleh anggaran itu dilaksanakan secara maksimal, tanpa adanya pemborosan atau tindakan kurang baik yang merugikan masyarakat,” tegas Andi Harun. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *