Samarinda, Busam.ID -Mantan Wawali Samarinda M Barkati, yang Pilkada 2020 silam maju bertarung dengan duet Petahana Samarinda saat ini, menyatakan dirinya masih fokus pada pencaleg-kannya di DPR RI.
Karenanya, Barkati mengaku tidak begitu memikirkan untuk maju lagi di Pilkada 2024 tahun depan.
Dalam wawancara dengan jurnalis Busam.ID, Barkati membahas rencana politiknya.
Barkati menekankan perlunya mematuhi timeline prosedural yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa saat ini adalah saat yang masih terlalu dini untuk membahas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Menurutnya, lebih penting untuk fokus pada langkah-langkah yang telah diatur dalam konteks politik.
“Terlalu awal membicarakan Pilkada, kita tidak ingin melanggar tahapan yang sudah ditetapkan,” kata Barkati.
Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Samarinda ini menjelaskan, bahwa pada Februari 2024 Indonesia akan menghadapi Pemilihan Umum serentak yang rangkaiannya diawali pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Sementara pemilihan kepala daerah baru akan dilaksanakan pada November 2024.
Karena itu, menurut Barkati, saat ini yang lebih penting adalah memenangkan suara di pemilihan legislatif, sebelum memasuki tahap pemilihan kepala daerah.
“Kami ingin fokus pada Pileg, karena akan lebih sulit untuk mengikuti Pilkada nanti jika kami tidak fokus pada Pileg,” tambah Barkati.
Ia juga menegaskan bahwa tahapan proses politik perlu diikuti sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Barkati lalu memberikan tanggapan atas dukungan dan harapan dari berbagai pihak yang ingin melihatnya maju dalam pemilihan kepala daerah.
Ia menyatakan bahwa adalah hal yang wajar bagi simpatisan memberikan dukungan untuk dirinya maju lagi dalam Pilkada. Namun, Barkati menegaskan perlunya menjaga keseimbangan dan menghormati proses politik yang telah diatur.
“Dalam hidup ini, saya hanya menjalani, bekerja, dan berusaha, sambil yakin bahwa semuanya sudah ditentukan oleh Allah SWT,” tegas Barkati.
Dengan pandangan bijak ini, Barkati menunjukkan komitmennya untuk menjalani proses politik dengan kesabaran dan keyakinan. (Ryan)
Editor : A Risa








