Penggalian Terowongan Gunung Gunakan Metode NATM

BusamID
Design tunnel. Ft by dok. DPUPR Samarinda

Samarinda, Busam.ID – Lama tak terdengar kabarnya, ternyata pembangunan Terowongan Gunung Manggah mulai mendekati tahap konstruksi.

Menurut Kepala Bidang Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Budy Santoso, pembangunan Terowongan Gunung Manggah saat ini sudah masuk tahap penggalian. Mengantisipasi reruntuhan tanah, pelaksanaan penggalian terowongan dilakukan dengan metode NATM (New Austrian Tunneling Method).

Konsep NATM menurut Budy, merujuk definisi yang diberikan oleh Sauer pada tahun 1988, adalah metode yang digunakan untuk memproduksi ruang bawah tanah dengan cara memanfaatkan semua sumber daya tersedia untuk memperkuat kapasitas batuan atau tanah itu sendiri.

“Hal ini bertujuan untuk memberikan stabilitas pada terowongan yang sedang dalam tahap konstruksi. Metode ini telah terbukti efektif dalam sejumlah proyek terowongan di seluruh dunia,” ungkap Budy.

Prinsip utama dari metode konstruksi NATM adalah penggalian terowongan yang dimulai dengan bantuan shotcrete, semacam beton semprot dan rockbolt sebagai penyangga sebelum struktur lining (pelapisan dalam terowongan) terpasang.

“Pendekatan ini menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan pekerja serta stabilitas dalam konstruksi terowongan, juga dapat menghindari potensi bahaya dan kerusakan yang mungkin terjadi selama proses penggalian,” tambahnya.

Proyek penggalian terowongan di Gunung Manggah memilih NATM sebagai metode utama, lantaran keunggulan yang dimilikinya dalam menjaga keamanan pekerja dan kelangsungan proyek.

“Dengan menggunakan metode ini, maka nantinya terowongan yang dihasilkan akan memiliki daya tahan tinggi dan berfungsi sesuai dengan tujuan proyek ini,” pungkasnya.

Diharapkannya, proyek ini akan membawa manfaat besar bagi Kota Samarinda, meningkatkan konektifitas, dan membantu memajukan infrastruktur kota, terutama dalam mengurangi kemacetan di Jl Otista. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *