Global  

Soal Bahayanya Karang Gigi Dibanding Gigi Berlubang, Ini Dia Tips Gigi Bebas Karang Ala Dokter Claudia

BusamID

Samarinda.Busamtv.co.id-Karang gigi yang berasal dari sisa makanan yang menumpuk dan menempel pada gigi bisa menjadi sarang bakteri. Efek yang serius pada kesehatan mulut tak hanya menyebabkan gigi berlubang, namun juga bisa menyebabkan gigi goyang hingga copot sendiri. Dan bila bakteri masuk ke dalam gusi, bisa timbul benjolan dan berdarah, melorot, peradangan, iritasi bahkan sampai berulat. Jadi karang gigi ini lebih berbahaya dibanding gigi berlubang.

Hal ini ditegaskan drg. Claudia, seorang dokter gigi umum yang hari-hari berpraktek di Jalan Merdeka 20 A, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

drg Claudia

“Makanya kalau orang punya karang gigi bukan cuma lubang. Kalau gigi berlubang dirawat dan ditambal. Kalau karang gigi, menjadi sarang bakteri dan lebih ganas dari pada bakteri penyebab gigi berlubang,” terang Claudia kepada Busamtv.co.id saat ditemui di tempat prakteknya, Jalan Merdeka, Jumat (9/7/2021).

Penumpukan plak akibat gigi yang tidak dibersihkan secara optimal ini lama kelamaan akan mengeras menjadi karang gigi. Plak pada gigi disebabkan oleh bakteri-bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli. Plak ini juga menjadi penyebab utama gigi berlubang karena bakteri penyebab gigi berlubang sulit untuk dihilangkan mengingat mereka sangat mirip dengan bakteri berbahaya lainnya yang hidup di rongga mulut. Terdapat tiga jenis bakteri dalam mulut yang menyebabkan gigi berlubang yakni, bakteri lactobacillus acidophilus, bakteri streptokokus, bakteri odontomyces viscoses.

“Bakteri yang ada di rongga gigi memang ada bakteri normalnya, cuman kalau pembersihan rongganya tidak bagus apalagi ditambahi makanan manis dan lengket jadi faktor pemicunya karena bakteri suka area gigi yang nempel bekas makanan manis dan lengket, lama kelamaan akan merusak struktur gigi,” lanjut Claudia.

Lebih jauh ia menjelaskan, terkait tiga struktur gigi yakni, lapisan pertama yang paling kuat tapi jika sering makanmakanan manis akan cepat hancur. Kemudian lapisan kedua, paling lemah jadi saat lapisan pertama rusak maka masuknya bakteri akan lebih cepat ke lapisan ke dua dan lanjut ke lapisan ke tiga.

Jadi karang gigi dapat menyebar sampai di bawah gusi. Seiring waktu, karang gigi dapat menumpuk serta menyebabkan gusi menjadi nyeri dan bengkak yang merupakan gejala awal dari infeksi gusi atau gingivitis. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa menyebabkan gigi tanggal atau copot.

Bahkan, seperti dilansir dalam Nakita.id, bukan tidak mungkin karang gigi yang dibiarkan terus menumpuk juga bisa memicu terjadinya penyakit jantung dan paru-paru.

Hal ini berkaitan dengan bakteri yang berkembang di karang gigi maupun gusi yang mengalami peradangan akibat karang gigi.

Bakteri penyebab periodontitis misalnya, dapat masuk ke aliran darah dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru.

Berikut tips pencegahan dan cara menghilangkan karang gigi dari drg Claudia.

  • Sikat gigi secara teratur setidaknya 2 kali sehari selama minimal 2 menit. Gunakan pasta gigi yang mengandung flouride dan sikat gigi yang lembut, yang mampu menjangkau bagian belakang gigi geraham.
  • Menggunakan obat kumur.
  • Flossing atau membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi setelah sikat gigi dinilai sangat jitu untuk mencegak tumbuhnya karang gigi.
  • Mengunyah permen karet yang mengandung xylitol tetapi sikat gigi lebih dianjurkan dengan cara sesudah makan menunggu 1,5 jam.
  • Kurangi makanan dan minuman manis. (*)(Don/Tw)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *